Akankah ARRC Seri China Di Batalkan?

ARRC AP250. Foto: otosportif.com

Beberapa balapan yang akan tayang khususnya di negara China sudah mulai terdampak dengan adanya virus Corona yang melanda Wuhan dan daerah lain. Terkait masalah tersebut balapan sekelas Formula One sudah akan memberikan keputusan akan menunda atau bahkan membatalkan balapan di China.

Nah untuk balapan Road Race khususnya Asia Road Racing Championship (ARRC) 2020 mempunyai satu seri yang akan di gelar di Zhuhai China. Tepatnya pada seri ke 4 (Round 4) yang akan tayang pada bulan Juli sebulan setelah seri 3 di Jepang. Melihat hal ini otosportif.com sempat mewawancarai beberapa tim tentang masalah ini dan sempat juga bertanya kepada pihak Two Wheel Motor Racing (TWMR) selaku penyelenggara, pihak yang mempunyai lisensi untuk menggelar ARRC.

Pertanyaan langsung di tujukan kepada bos TWMR yakni Ron Hogg lewat pesan whatsapp namun jawaban belum sepenuhnya terjawab, mungkin sibuk. Yang jelas Ron sempat membalas satu pertanyaan tentang apakah seri China akan di tunda atau di batalkan berkenaan dengan merebaknya virus di negara Tirai Bambu sana. “Masih sangat dini untuk memutuskan hal ini, kita akan tunggu hingga bulan April nanti. yang jelas kita akan infokan jika ada pengumuman lebih lanjut. Untuk saat ini kita masih menunggu dengan segala kemungkinan dan siap dengan keputusan apapun,” kata Hogg.

Ron Hogg, TWMR

Hingga berita ini di turunkan beberapa pertanyaan memang masih belum terjawab tapi yang pasti jika nanti ada jawaban dari TWMR akan langsung kita beritakan. Seperti di ketahui kalau peserta di ARRC mungkin terbanyak adalah dari Indonesia dan saat ini pemerintah Indonesia sudah mengeluarkan Travel Warning ke China dengan batas waktu yang belum di tentukan. Tentu hal ini akan membuat para peserta ataupun tim balap yang akan berangkat ke China kesulitan dan terkendala masalah. Contoh kecil tentu pengurusan visa dan lain-lain.

BACA JUGA  Akankah Puasa Kemenangan Valentino Rossi Berakhir?

Kami sempat bertanya kepada tim-tim asal Indonesia yang bakal bertarung di musim 2020 tentang bagaimana menyikapi balap ARRC yang akan tayang di China. Salah satunya adalah tim  Yamaha Racing Indonesia yang tahun ini akan turun di 3 kelas yakni UB150, AP250 dan Supersports 600. Wahyu Rusmayadi yang di plot sebagai Manajer Tim mengatakan jika mereka juga aware dengan keadaan ini namun semua keputusan masih akan menunggu dari pihak TWMR selaku promotor. “Kita sempat bertanya pada TWMR soal ini saat virus ini baru seminggu menyebar dan belum separah ini. Memang kami akan melihat situasi dan memantau juga keadaan di negara tersebut. Yang jelas posisi TWMR kayaknya juga sudah memikirkan hal ini dan menunggu hingga bisa memutuskan nasib seri ARRC di sana,” katanya.

Wahyu Rusmayadi, YRI Team

Pantauan hingga kini proses penanganan korban dan dampak yang di timbulkan khususnya di negara China tersebut memang masih dalam tahap recovery. Minimnya informasi situasi yang sebenarnya membuat banyak pihak juga was was dengan kondisi tersebut. Kita percaya jika negara China pasti akan bekerja keras untuk membuat negaranya aman untuk di kunjungi oleh warga negara lain dan harapannya memang semoga cepat teratasi. Tapi manuasia juga mempunyai ketakutan ataupun antisipasi agar tidak tertular, atau tidak berhubungan dengan negara China dalam waktu dekat ini. Kita tidak akan tahu sampai kapan masalah tersebut bisa benar-benar terselesaikan.

BACA JUGA  Ini Dia Pemenang NMAX Jingle Competition 2020 Pilihan Yamaha Bersama Yovie Widianto

Kalaupun China bisa segera terbebas dari virus tersebut, apakah para peserta ARRC masih berani untuk datang ke sana dalam waktu dekat. Logis kalau ada juga yang masih merasa belum nyaman datang ke negara yang terjangkiti virus. “Memang potensi yang akan ditimbulkan selalu ada tapi kita juga harus mengikuti aturan yang ada. Jika memang TWMR akan terus melanjutkan balapan disana ketika sudah dianggap aman ya kita tetap jalan. Tapi jika memang nantinya di tunda kita juga akan nurut saja, tapi kalaupun akan di batalkan apakah nantinya TWMR akan mengganti seri China dengan negara lain atau akan memotongnya menjadi 6 seri saja, itu yang harus dipikirkan,” jelas Ibnu Sambodo selaku owner tim Manual Tech yang tahun ini akan mempunyai sponsor baru dan tetap balap di kelas AP250 dengan juara Asianya AM. Fadly dan satu lagi dari Jepang, Aiki Iyoshi.

BACA JUGA  Fitur Ini yang Paling Digemari di Aplikasi My Yamaha Motor
Ibnu “Pak Dhe” Sambodo, Manual Tech Jogja

Pak Dhe sapaan akrab Ibnu juga menggaris bawahi pada perijinan dari pemerintah Indonesia dan tentu saja biaya yang harus dikeluarkan. “Jika sudah bisa di kunjungi dan aman kita tinggal lihat dari pemerintah Indonesia sudah dicabut apa belum travel warningnya. Kalau sudah ya kita tetap berangkat. Namun jika melihat kondisi seperti itu alangkah baiknya jika TWMR sudah mulai memikirkan antisipasi dan jalan keluar mulai sekarang. Soal biaya dari seluruh 7 seri memang sudah kita siapkan namun jika harus pindah ke sirkuit lain saya pikir bisa ke Sentul, Indonesia karena banyak peserta ARRC dari sini. Dan juga pengeluaran kita akan lebih efisien dibandingkan jika harus ke negara lain,” ungkapnya.

Harus siap dengan segala kemungkinan, jika memang sudah aman its o.k buat balapan di sana namun jika harus di batalkan harus segera dicari pengganti lainnya. Apa yang dikatakan oleh Ibnu Sambodo masuk akal karena peserta banyak dari Indonesia kenapa tidak jika bisa dipindah di Sentul. Karena di Asia Tenggara, sirkuit Malaysia dan Thailand tahun ini akan menggelar lebih dari satu kali, masak nambah lagi. Kita akan terus update beritanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here