Alex Briggs Sang Mekanik Ungkap Rahasia Valentino Rossi

Valentino Rossi akan tetap balapan minimal 1 tahun lagi. Foto: otosportif.com

Balapan MotoGP adalah salah satu balap yang menuntut disiplin dan fisik yang prima dari seorang rider. Dari sekian Milyar penduduk bumi terpilihlah mereka yang saat ini beradu skill di pentas balap paling terpanas di dunia ini. Tekanan yang luar biasa tinggi membuat para rider harus 100 persen setiap Race nya tidak bisa tidak.

Pembalap itu harus solid dan terukur, serta termotivasi tinggi untuk menggapai semua tujuannya. Jika rider mempunyai semua elemen yang di butuhkan tersebut maka gelar juara atau prestasi tinggal menunggu waktu saja. Dan hal inilah yang di miliki oleh seorang Valentino Rossi. Dia mampu memberikan kemampuan dengan level tertinggi meski usia 41 tahun sebenarnya sudah dianggap tidak mumpuni.

Tapi Rossi mampu dan sekarang masih mampu memberikan tekanan kepada atlit-atlit lain yang umurnya separo di bawahnya, luar biasa. Tidak banyak orang yang mampu berkompetisi di MotoGP seumuran Rossi. Hal itu di ungkapkan oleh mekanik Valentino Rossi yang bernama Alex Briggs yang sudah beberapa dekade ini menemaninya dalam setiap balapan. Kenapa omongan seorang mekanik harus dipercaya, ya karena dalam sebuah tim juara semua komponen harus menyatu dan memberikan keseimbangan yang utuh.

BACA JUGA  Marc Marquez: Valentino Rossi Masih Yang Terbaik
Alex Briggs mekanik Rossi. Foto: paddock-gp.com

Bukan saja fokus pada motor, skill pembalap, teknik maupun rekam jejak pembalap namun lebih dari itu yakni keseimbangan diantara semua tim. Alex Briggs mengetahui hal itu secara benar karena sudah lama berkecimpung di balap dan bergabung di tim Valentino Rossi. Bahkan dia menjelaskan jika bertemu dan kenal dengan seorang Vale adalah sebuah pelajaran hidup baginya. Dan dia pun masih ingat betul saat pertama kali dia bertemu dengan Vale.

“Ketika Vale bergabung dengan kami pada tahun 2000, dia sudah memenangkan dua gelar juara dunia. Apa yang paling mengesankan saya? Dalam tiga hari, dia tahu semua nama kita, dia tahu jika kita punya pacar atau istri, atau juga kita punya anak dan apa yang mereka lakukan. Dia menunjukkan begitu banyak minat dan hangatnya pada kami semua dan itu sangat hebat karena jarang ada seorang seperti itu. Ada banyak pembalap juga yang bergabung di tim yang sama selama bertahun-tahun dan dia bahkan tidak tahu nama atau situasi keluarga mekanik mereka,” ungkap Briggs seperti di lansir dari paddock-gp.com.

BACA JUGA  Tiga Hari Yang Penuh Makna Buat Rossi

Pendekatan yang di lakukan oleh Vale serta kedekatan dengan timnya inilah yang kemudian memberi sinergi positif buat karirnya. Esensi inilah yang membuat mesin Rossi berjalan dengan kecepatan maksimal, “Valentino akan sangat kencang ketika dia bahagia. Dia juga suka bercanda di grid depan. Lelucon pada apa pun, bisa jadi lelucon tentang gadis payung di grid, posisi di grid atau pada tikungan pertama. Cara Anda melihatnya dalam wawancara sangat mirip dengan kehidupannya pada umumnya. Dia sangat lucu. Valentino adalah salah satu pembalap cerdas terbaik yang pernah saya temui. Dia bisa memegang kendali dengan baik,” tambahnya.

Selalu dekat dengan anggota timnya. Foto: otosportif.com

Briggs juga mengungkapkan jika di atas segalanya tersebut, sang juara dari Tavullia ini tidak pernah panik, bahkan di saat-saat paling sulit sekalipun. Dia tidak pernah menunjukkan kemarahan atau kritik langsung terhadap stafnya. “Dalam 20 tahun kolaborasi, kami harus menghadapi pertarungan yang fantastis, tetapi juga balapan yang mengerikan. Saya belum pernah melihat Rossi, tidak sekali pun, menendang panel atau melempar helm. Bahkan setelah kehilangan gelar, ia tidak pernah kehilangan kesabaran, ia tetap menghormati pekerjaan dan upaya orang-orang di sekitarnya. Hari ini, dengan balapan yang sudah menggunakan komputer dan elektronik, ia biasanya menghabiskan 3-4 jam mempelajari data,” kata Alex Briggs.

BACA JUGA  Marquez dan Rossi Tidak Masuk 100 Atlit Terkaya Versi Forbes

Valentino Rossi harus memutuskan tahun ini untuk menentukan masa depan kerirnya. Semua juga tahu kalau tahun depan dia sudah pasti tidak akan menjadi pembalap resmi pabrikan Yamaha karena Fabio Quartararo akan menggantikannya bersama Maverick Vinales. Jadi hanya ada dua pilihan lagi, satu tahun lagi dengan Yamaha Petronas. Atau pensiun.

Tonton Juga Video Valentino Rossi di Jakarta 2020:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here