Bagaimana Jika Ada Pembalap Positif Covid-19? Ini Kata Dorna

MotoGP Bike. Foto: motogp.com

Balapan MotoGP musim 2020 memang belum akan dimulai namun di beberapa kesempatan sang juragan dari Dorna yakni, Carmelo Ezpeleta banyak memberikan pernyataan tentang masa depan MotoGP. Mulai dari kapan MotoGP akan mulai dan bagaimana menjaga agar MotoGP aman untuk di jalankan.

Terakhir ini sebuah wawancara video dari Carmelo dan GPOne.com dilangsungkan. Beberapa pertanyaan menyangkut kelangsungan MotoGP 2020 dan kedepannya banyak dibahas, sayangnya dalam bahasa latin. Tapi lewat situs resminya beberapa bisa diterjemahkan dan diartikan sebagai berikut.

Dorna dalam hal ini masih sangat optimis untuk bisa menggelar balapan mulai dari akhir Juli hingga November. “Memang ada beberapa skenario yang harus kita jalankan untuk bisa mengamankan balapan ini. Pasti akan sulit dalam penerapannya tapi kita sudah berbicara dengan sirkuit-sirkuit yang akan menggelar MotoGP. Yang jelas ada kemungkinan menggelar balapan dengan penonton di Eropa dan ada juga kemungkinan untuk menggelar balapan di sirkuit yang sama dalam waktu 2 minggu,” kata Carmelo.

Terkait balapan ini khususnya dalam masa wabah pandemik yang melanda seluruh dunia ini, Carmelo juga menjelaskan bagaimana langkah-langkah untuk tetap menjaga kesehatan dan keamanan orang-orang yang terlibat dalam GP ini. “Kami telah berbicara dan membuat protokol bersama dengan Kementrian Olahraga di Spanyol. Dan kami juga telah berbicara dengan para tim dan pabrikan tentang standar minimal orang yang bisa dibawa untuk balapan. Jadi nanti semua orang akan dites kesehatannya dahulu sebelum berangkat dan akan terus menerus di tes lagi saat di sirkuit. Tujuan kita adalah untuk memastikan semuanya dibawah kendali. Begitu juga dengan makanan yang nantinya akan kita atur sedemikian rupa agar lebih aman. Paling tidak nanti bulan Juni kita sudah bisa memberikan semua aturan dan langkah-langkah yang kongkrit,” tutur Ezpeleta.

BACA JUGA  Begini Bunyi Surat Cinta Pemecatan Cal Crutchlow dari HRC

Pertanyaan unik tapi penting justru dikemukakan oleh sang jurnalis yakni Paolo Scalera, dimana ia menanyakan bagaimana jika ada pembalap yang ternyata positif terkena virus. Carmelo pun menjawab langkah-langkah antisipatif yang bisa dilakukan. “Yang pasti dia nanti akan di isolasi langsung, begitu juga dengan orang-orang yang telah kontak dengannya. Secara logika maka dia akan tidak bisa mengikuti balapan dan dianggap kondisinya sedang cidera. Yang jelas akan ada pelayanan medis yang akan mengatur semua hal ini,” katanya.

Clinica Mobile siap menangani pasien positif. Foto: motogp.com

Kemudian wawancara menyinggung tentang kapan jadwal balap akan dikeluarkan dan apakah sirkuit Austria menjadi penyelenggara pertamanya. “Jadwal akan kami keluarkan setidaknya awal Juni atau kalau memang bisa lebih cepat dari itu. Saat ini saya tidak bisa mengatakan Austria yang akan menjadi pembuka, karena kami pikir Red Bull Ring (Austria) bukanlah sirkuit pembukanya jadi kita tetap akan dijadwalkan untuk 16 Agustus,” kata Ezpeleta yang juga mengumumkan jika akan ada tes atau latihan dulu pada hari Rabu saat balapan pembuka akan dimainkan.

BACA JUGA  GARA GARA VIRUS, PEMBALAP HONDA INI DITUDUH RASIS OLEH FANS ASIA

Soal balapan yang sepertinya hanya akan fokus di Eropa saja, Carmelo mengatakan jika belum bisa dipastikan semua di Eropa. Dia masih membuka kesempatan di luar Eropa meskipun kemungkinannya kecil. “Saya tidak mengatakan jika balapan juga akan di gelar di luar Eropa. Namun saya sudah kontak dengan sirkuit di luar Eropa dan memang keputusannya diluar kendali saya. Yang jelas perjalanan jauh akan lebih menyulitkan dan terlalu kompleks. Tapi kita tetap membuka peluang jika memang masih memungkinkan,” ungkapnya.

Ada juga skenario terburuk yang ditakutkan banyak orang yakni jika balapan tidak jadi digelar tahun ini. Carmelo berpendapat jika kemungkinan ada tapi dia tidak mau menyerah begitu saja, karena jika pun akan dibatalkan dia sudah berhenti untuk memikirkannya. “Yang terbaik adalah ada balapan musim ini. Meskipun hanya 10 seri tapi saya pikir itu lebih baik. Itulah yang selalu saya pikirkan,” tegasnya.

Selain sirkuit di Austria dan di Spanyol yang bisa dipakai, apakah ada kemungkinan menggunakan sirkuit di Italia seperti Mugello dan Misano. Mengingat Italia merupakan negara yang paling terdampak virus di benua Eropa tapi banyak pembalap dan tim yang berasal dari sana. “Saat ini yang paling memungkinkan adalah Misano, tapi Mugello juga masih bisa menjadi penyelenggara. Dengan Misano kita sudah ada kemajuan, terima kasih juga atas bantuan San Marino yang memudahkan kita bisa menggelar tanpa penonton,” ujarnya.

BACA JUGA  MotoGP Bisa Batal Tahun Ini Atau Di Tunda dan Digelar Tanpa Penonton
Carmelo Ezpeleta Optis Bisa Gelar MotoGP 2020 Mulai Juli. Foto: motogp.com

Terakhir untuk kedepannya mengingat akan adanya resesi dunia dan masa-masa sulit apakah akan menggabungkan balap MotoGP dan WSBK secara bersamaan untuk memangkas biaya. “Tidak mungkin menggabungkan keduanya karena SBK tidak akan bisa menambah profit. Karena sirkuit tidak akan mau membayar lebih begitu juga dengan TV dan sponsor. Saat ini kita sedang mengerjakan bagaimana musim mendatang akan di gelar. Balapan akan tetap sama dengan yang sebelumnya hanya saja akan lebih sedikit uangnya. Tapi kita tidak akan mengurangi kualitasnya, karena  kita terus menjaga agar kualitas kejuaraan tetap dan terus berkembang,” ungkap Carmelo yang juga mengatakan jika krisis ini telah mengajarkan sesuatu hal yang penting dalam hal kerjasama dan persatuan. Dia dan seluruh pihak yang terlibat dalam balapan ini telah bersatu untuk tetap bekerja demi berlangsungnya balapan terhebat sejagad ini.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here