Balap MotoGP 10 Seri Sudah Cukup Kah?

Sirkuit Sepang, Malaysia. Foto: otosportif.com

Tertundanya ajang balap MotoGP 2020 akibat wabah virus corona masih berlangsung hingga kini. Terbaru adalah ditundanya balapan seri ke 6 di di Le Mans, Perancis. Repotnya lagi seri ke 7 dan ke 8 yang bakal di gelar di Mugello dan Barcelona sepertinya juga akan di tunda jika kondisi saat ini belum ada perubahan.

Dengan banyaknya penundaan tersebut baik Dorna, FIM maupun tim-tim yang berlaga cukup pusing dengan kondisi ini. Dorna terutama petingginya yakni Carmelo Ezpeleta masih membuka kemungkinan untuk menggelar MotoGP namun hingga sekarang belum ada statement yang bisa dijanjikan. Bahkan dia juga memberikan pengajuan untuk membuat format baru untuk balapan yang dia tangani ini.

“Kita akan menunggu kebijakan buat kita. Lebih baik menggelarnya di kamera (tanpa di hadiri penonton di sirkuit) daripada tidak ada balapan sama sekali. Tentu saja kondisi ekonomi sekarang ini berubah-ubah. Memang ada aturan minimal yang harus menggelar sebanyak 13 seri tapi untuk kasus seperti sekarang tentu tidak berlaku. Saya akan sangat senang jika kita bisa menggelar 10 seri saja,” ungkap Ezpeleta.

BACA JUGA  Carmelo Ezpeleta Optimis MotoGP Bisa Dimulai Juli Hingga November

Akibatnya dengan hanya 10 seri ini tentu saja ada beberapa jadwal atau sirkuit yang sebelumnya di tunda dan belum mendapat tanggal bisa saja di hilangkan atau dibatalkan. “Kita akan melihat setiap balapannya, seperti di Jerez misalnya. Kita masih harus menunggu karena itulah yang terbaik yang bisa kita lakukan. Mungkin saja kita tidak bisa menggelarnya tapi saya harap tidak begitu,” tambahnya.

Beberapa masukan dari para pemilik tim maupun orang-orang yang terlibat di MotoGP juga seharusnya bisa menjadi acuan. Salah satunya tentu saja bos dari Ducati Corse, Paolo Cabiatti yang sering memberikan banyak masukan dan komentar tentang MotoGP. Cabiatti berharap agar Dorna bisa menggelarnya pada pertengahan musim panas agar bisa tercapai 10 seri yang di inginkan.

BACA JUGA  Demi Pembalap Cepat, Ducati Mulai Buka Hati

Memang sulit menemukan 10 negara yang mau atau bisa menggelar MotoGP dalam kondisi seperti ini. Namun bos Ducati ini tetap optimis dan berharap bisa ada titik temu untuk menemukan setidaknya 5 negara untuk menggelar beberapa kali balapan MotoGP. “Kami percaya jika sangat sulit untuk menemukan 10 negara yang bisa menggelar balapan MotoGP dengan kondisi seperti ini. Solusi paling masuk akal adalah dengan menemukan 5 sirkuit dengan dua kali balapan selama 10 hari misalnya,” ungkap Cabiatti di motosport.com.

“Ambil contoh saja di Sepang Malaysia, jika kita bisa balapan disana dan kita bisa tinggal selama 10 hari kita bisa menggelarnya sebanyak 2 seri. Dengan skenario ini maka situasi bisa di analisa untuk mendapatkan jalan keluar dari kondisi darurat ini. Sambil menunggu kondisi berjalan dengan normal lagi,” tambahnya.

BACA JUGA  Untung Rugi Tim Satelit Suzuki di MotoGP

Dorna dan FIM sendiri sebenarnya sudah mengkaji untuk kemungkinan dan skenario seperti ini. Sedangkan Cabiatti menambahkan dengan tingkat efisiensi biaya yang bisa lebih ngirit atau di tekan khususnya untuk biaya transportasi penerbangan.

Namun begitu bos Ducati ini juga tidak menampik jika ada kemungkinan jika balap MotoGP akan di batalkan tahun ini alias tidak ada. Namun dia tidak menginginkan hal tersebut karena akan sangat tidak bertanggung jawab. “Sebagai sebuah tim dan perusahaan tentu kita harus siap dengan segala kemungkinan,” ungkapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here