Bos Ducati Serang Honda: Lebih Baik Runner Up Daripada Juara Dunia Cuma Lewat 1 Pembalap Saja

Foto: motogp.com

Di sela peluncuran Ducati Team di Bologna, Italia, Kamis (23/1/2020) lalu, CEO Ducati Motor Holding, Claudio Domenicali, menyatakan sebuah peryataan unik. Pihaknya lebih memilih menjadi runner up di MotoGP namun seluruh ridernya tampil di papan atas, ketimbang harus juara dunia dan terus-terusan menang dengan satu rider saja.

“Saya lebih pilih mengakhiri musim sebagai runner up dan membuktikan bahwa semua pembalap di atas motor kami bisa menang. Ketimbang menang terus menerus dengan satu pembalap saja sementara pembalap lainnya bahkan tak bisa mendekat,” tegasnya via GPOne.

Pernyataan Claudio Domenicali ini ibaratnya melempar serangan opini sebagai bentuk psy war kepada Honda. Selama tujuh tahun terakhir, Honda meraih gelar dunia MotoGP hanya lewat Marc Marquez. Di musim 2019, Marquez menjadi satu-satunya rider Honda yang meraih kemenangan di sepanjang musim.

BACA JUGA  Jack Miller: Ducati 8 Km/jam Lebih Cepat Dari Honda

Menurut Domenicali, tak seharusnya sebuah pabrikan mengembangkan motor mengikuti arahan satu pembalap saja. Domenicali juga menegaskan bahwa masukan dari para rider berbeda bisa membantu Ducati mengembangkan teknologi motor, yang nantinya bisa diaplikasikan pada motor-motor yang mereka produksi secara massal.

“Fans balap tahu Ducati secara teknis mampu menciptakan teknologi yang juga bisa mereka beli. Kami satu-satunya tim yang bisa menang dengan dua rider. Pabrikan lain yang jadi juara, ternyata juga sulit kompetitif lewat tim pabrikan dan satelitnya. Fans yang cermat, pasti jadi ragu,” tutupnya.

Mulai musim ini, Ducati menurunkan empat motor Desmosedici GP20 spek pabrikan untuk Andrea Dovizioso, Danilo Petrucci, Jack Miller, dan Francesco Bagnaia, sebagai bukti bahwa mereka ingin memperbanyak ridernya di persaingan papan atas MotoGP.

BACA JUGA  Honda CSR Free Home Service Buat Mobil Para Dokter

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here