Dimana Masalah Valentino Rossi Sebenarnya, Ban atau Gaya Balap?

Valentino Rossi dan fabio Quartararo. Foto: motogp.com

OTOSPORTIF– Valentino Rossi masih belum menampilkan performa terbaiknya, ada masalah pada gaya balap atau adaptasi ke Michelin?

Rossi mendapatkan akses langsung ke Q2 berkat uji coba kedelapan kalinya di FP3. Juara dunia asal Tavullia mencatat waktu 1’37”130 detik dengan baik, dengan selisih 1/324 ribu dari catatan waktu terbaik Fabio Quartararo, yang menandai rekor absolut sirkuit Jerez di ajang pembuka MotoGP 2020.

Pada sore hari, suhu aspal kembali mendekati 60 ° C, namun, ia harus puas berada di posisi keempat untuk sebelas kalinya.

Apa yang salah dengan Juara dunia sembilan kali dengan Yamaha M1, sementara para pembalap dengan motor rancangan Iwata lainnya mampu bersemangat?
Chief engineer baru Valentino Rossi, David Muñoz, merilis wawancara musim pertamanya. “Antara kemarin dan hari ini kami melakukan perubahan pada motor untuk mengembalikan kepercayaan yang tidak dimiliki Valentino Rossi. Pagi ini berjalan dengan baik, kita harus melihat pada sore hari apakah perubahan ini membawa sesuatu yang positif,” ia menjelaskan kepada Sky Sport MotoGP
“Ketika kita akan menemukan kondisi yang mirip dengan perlombaan. Kami telah membuat perubahan besar, pada keseimbangan bobot dan terutama untuk memberinya kepercayaan di depan,” tambahnya.
Michelin mengunjungi Rossi
Pierre Tamaraso, kepala Michelin menganalisa kondisi ban milik The Doctor jumat sesudah latihan bebas. Dia berbicara hal penting ban Valentino yang cepat panas, khususnya pada bagian samping.
”Ini bukan rahasia bahwa kami mempunyai problem yang tak kunjung usai” kata Tamarasso.”
Rossi mempunyai gaya berkendara tertentu, dia memiringkan motor sedikit lebih banyak ketimbang pembalap lain sehingga dia memberi banyak tekanan pada sisi luar ban, oleh sebab itu tekanan ban jadi meningkat. Karena itu roda belakang motor juara dunia beberapa kali itu selip saat mengerem pada jumat lalu.
Sebuah analisa yang terlihat tak dibagikan oleh David Munoz. “Saya tak mengetahui dimana anda mendapat berita ini. Bagaimanapun kami bekerja lebih keras ketimbang pembalap Yamaha lain. Valentino Rossi mencoba untuk mengoptimalkan setting motornya,” jelasnya.
Tak ada keraguan bahwa pembalap dari Pesaro harus membuat perubahan gaya mengemudi untuk meningkatkan waktu tiap putaran. Persaingan dari pembalap muda juga semakin sengit.
Jawaban Valentino Rossi.
Dalam kenyataannya, Valentino Rossi tidak pernah mengubah gayanya ketika bertransisi dari Bridgestone ke Michelin.
“Dengan ban Bridgestone situasinya berbeda. Dengan ban Michelin yang sekarang tak mampu membuatnya bekerja terlalu keras pada bagian sisinya. Selama karir di MotoGP, saya selalu mengutamakan kompon keras, depan dan belakang. Balapan terbaikku selama karir adalah selalu menggunakan ban kompon keras,” kata The Doctor.
“Ban Michelin sekarang cukup empuk. Mereka mempunyai karkas dan kompon yang empuk. Itu tak mudah bagi saya, khususnya karena saya lebih tinggi ketimbang rata-rata pembalap lain. Tetapi saya juga mengetahui Tamarasso paham saat dia berkata itu adalah problem saya dan bukan masalah pada Michelin. Pembalap lainnya juga bisa cepat. Saya sepakat dengan dia dan kita mencari solusinya tetapi saya tak setuju bahwa saya mempunyai tendensi tersendiri pada motor. ***
BACA JUGA  Akankah Puasa Kemenangan Valentino Rossi Berakhir?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here