Ducati Tertarik Untuk Merekut Anak Troy Bayliss

Oli Bayliss diincar Ducati. Foto: motosport.com

Direktur olahraga Ducati Corse, Paolo Ciabatti telah menyatakan minatnya untuk bekerja sama dengan Oli Bayliss di masa yang akan datang. Dia menggambarkan Oli sebagai “kloningan kecil” dari ayah yang merupakan langganan juara dunia di World Superbike, Troy Bayliss.

Oli Bayliss saat ini masih berumur 16 tahun, dan sekarang dia sedang terjun di keuaraan Supersport, Kejuaraan Superbike Australia. Oli finis kelima di klasemen akhir  tahun lalu. Musim 2020, ia sempat menjadi juara di pembukaan musim di Phillip Island setelah mencetak dua kemenangan dan tempat kedua dalam tiga balapan awal.

Ayahnya, Troy Bayliss merupakan legenda hidup di Ducati karena hampir separuh karirnya dia selalu bersama tim Ducati. Dan dia juga memenangkan gelar Superbike Inggris pada tahun 1999 sebelum kemudian memenangkan tiga gelar WSBK pada tahun 2001, 2006 dan 2008.

BACA JUGA  Ducati GP20 Akan Tampil Lebih Fresh, Knalpot Dibikin Beda

Troy juga sempat mencicipi sebentar panasnya persaingan di balap MotoGP. Dia mencetak empat podium untuk Ducati pada 2003-04 dan kemudian memenangkan perlombaan terakhir era 990cc di Valencia pada tahun 2006 sebagai pembalap Stand In.

Berbicara kepada Motorsport.com, Ciabatti mengatakan Bayliss Jr dapat menggunakan kesuksesan di negara asalnya Australia sebagai batu loncatan untuk World Supersport atau Moto2. “Saya sudah kenal Oli sejak dia lahir, karena [Davide] Tardozzi, [mantan Pemimpin Proyek Superbike] Ernesto Marinelli dan saya memiliki hubungan yang sangat dekat seperti keluarga dengan Troy Bayliss. Kami sering berlibur bersama dan saya sudah sering ke rumahnya di Monte Carlo ketika dia tinggal di sana,” kenang Ciabatti.

“Aku juga ingat bocah laki-laki ini dengan mata biru yang sama dengan ayahnya, yang bahkan mengendarai sepeda roda tiga sampai miring ke samping ketika dia baru berusia dua atau tiga tahun. Berbeda dengan saudaranya, Mitch, Oli sudah menjadi kloningan kecil dari ayahnya,” ingat Paolo.

BACA JUGA  Petrucci: Ducati Telah Memilih Miller Sebagai Pembalap Utama

“Saya tahu Troy memberinya banyak bimbingan. Dia memulai kejuaraan Australia dengan baik di Phillip Island, tetapi saat ini masih terlalu dini, karena dia masih sangat muda. Saya pikir dia masih berusia 16 setengah tahun, dia berumur 17 pada bulan September]. Saya pikir idenya adalah bahwa pada saat dia terbukti menjadi pemenang di Australia, kita harus memikirkan apa yang bisa kita lakukan untuknya di kejuaraan dunia, apakah itu Supersport atau Moto2, dan kita lihat nanti apakah dia menuruni bakat yang dimiliki oleh ayahnya,” ungkapnya.

Ciabatti juga mengatakan jika Bayliss Jr ini memiliki keuntungan dengan memulai karirnya jauh lebih awal daripada ayahnya dan dengan dukungan keuangan yang kuat di belakangnya. “Seperti yang akan anda ingat, Troy, yang dulu bahkan tidak punya dana, sempat menjadi atlit binaraga, kemudian baru mulai balapan pada usia 27 tahun. Dia kehilangan sebagian besar karirnya karena dia tidak memiliki sarana keuangan untuk mampu membiayai balapan,” tambahnya.

BACA JUGA  Honda Tersinggung Dengan Tuduhan Pirro

“Sedangkan Oli berbeda, dia memiliki nasib yang lebih baik memiliki ayah yang berpenghasilan bagus selama karirnya. Dia masih muda, ayahnya mengikutinya dan dia punya masa depan bagus,” tambah Paolo.

Dengan adanya Oli Bayliss kini Ducati sudah tentu memiliki tabungan pembalap di masa depan, mungkin bisa 3-4 tahun lagi agar bisa ikut bersaing di panasnya kompetisi MotoGP. Tapi itu juga tergantung, Oli akan menuruni bakat ayahnya atau tidak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here