Fabio Quartararo Sering Pelajari Gaya Lorenzo

Fabio Quartararo. Foto: motogp.com

Bukan kebetulan bahwa gaya mengemudi bintang Petronas Yamaha saat ini, Fabio Quartararo, mengingatkan pada gaya yang dimiliki oleh Jorge Lorenzo.

Kemenangan di kelas utama GP tidak berhasil diciptakan Fabio Quartararo di tahun debutnya. Kendati demikian, pebalap Petronas Yamaha itu juga melampaui harapannya sendiri ketika ia finis di urutan kelima dalam klasemen kejuaraan dunia dengan tujuh podium dan enam posisi pole pada akhir tahun MotoGP pertamanya.

Karena kehebatannya di musim 2019 maka kini pria Prancis berusia 21 tahun itu dipromosikan untuk bergabung di tim pabrikan Yamaha tahun 2021. Dalam sebuah wawancara, Quartararo sempat berbicara tentang idolanya Valentino Rossi, begitu juga dengan Dani Pedrosa atau Marc Marquez. Dan dia juga menjelaskan mengapa gaya balapnya mengingatkan pada gaya Jorge Lorenzo pada Yamaha.

BACA JUGA  Peluang Jorge Lorenzo dan Johann Zarco di Ducati Masih Besar
Jorge Lorenzo dan Fabio Quartararo. Foto: motogp.com

Marc Marquez mengatakan tahun lalu bahwa gaya Fabio mengingatkannya pada Jorge Lorenzo saat di Yamaha. Pertanyaannya, apakah dia mempelajari gaya mengemudi Jorge di hari-hari Yamaha-nya sebelum atau selama musim?

“Sering, saya telah menyaksikan balapan Jorge dengan Yamaha berkali-kali untuk melihat bagaimana dia melakukannya. Memang benar keadaannya berbeda karena bannya berbeda, tetapi caranya mengemudi. Seperti yang selalu saya katakan ketika saya melihat Jorge mengemudi, sepertinya dia mengemudi ke pit setiap putaran, tetapi setiap kali saya pikir dia akan balik ke pit, dia mencatat waktu terbaik. Itulah yang paling mengesankan saya, dan itulah yang saya coba lakukan. Ya, saya tidak ingin membalap seperti dia, tetapi saya ingin melakukannya dengan cara yang paling alami,” kata Fabio.

BACA JUGA  Valentino Rossi Selalu Memiliki Darah Muda

Mengimbangi motor Yamaha milik pabrikan umumnya tidak mudah, setidaknya tidak dengan Yamaha yang dia miliki tahun lalu. “Sebenarnya tidak. Motor itu bekerja, tetapi tidak sekuat yang lain dan jadi frustasi kehilangan semua keuntungan yang kami peroleh di tikungan saat di jalan lurus. Kami telah melihat ini pada Maverick di Aragon dan Australia, dan dengan saya di Misano dan Buriram. Tapi saya tahu itu adalah sesuatu yang Yamaha telah kerjakan pada musim dingin ini,” tambah Fabio.

Jorge Lorenzo dikejar Fabio. Foto: motogp.com

Pembalap mana yang ia sukai dan memotivasinya sehingga dia akan menjadi pembalap Yamaha. Saya sangat suka bagaimana gaya balap Lorenzo dan juga Valentino sebagai sosok dan panutan, itu jelas. Begitu juga dengan Dani Pedrosa dan Marc Marquez. Sekarang kita tahu bahwa Márquez adalah target yang diburu, dan sekarang kita harus mencari tahu apa yang dia lakukan dengan lebih baik dan di mana dia menunjukkan kelemahan. Atau katakanlah di mana itu tidak terlalu kuat karena dia tidak memiliki banyak titik lemah,” tutup Fabio.

BACA JUGA  Valentino Rossi: Saya Pingin Punya Anak Masalahnya Saya Tidak Pernah Siap

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here