Fabio Quartararo: Tahun Ini Akan Lebih Sering Bersaing Dengan Marc Marquez

Fabio Quartararo diatas Yamaha M1 Petronas SRT. Foto: motogp.com

Fabio Quartararo mempunyai kepercayaaan diri untuk menghadapi musim MotoGP berikutnya. Akan lebih banyak pengalaman dengan motor pabrikan dan secara psikologis lebih kuat untuk lebih dekat bersaing dengan Marc Marquez.

Fabio Quartararo akan mulai balapan dari Jerez setelah hasil musim MotoGP 2019 yang luar biasa. Tujuh podium, enam pole dan finis ke-5 di tahun pertamanya di kelas utama ini berhasil membangun perasaan yang magis dengan Yamaha M1. Dia segera mendapatkan kepercayaan dari tim pabrikan Yamaha dan dia siap untuk mengejar kemenangan pertamanya. Di musim 2020 ini tujuan pertamanya adalah untuk menaklukkan kemenangan pertama di MotoGP setelah hampir menyentuhnya dua kali di Misano dan Buriram.

BACA JUGA  Marquez Terlalu Banyak Masalah, Masih Yakin Kah Di Seri Perdana?

Sekarang El Diablo bisa mengklaim apa yang pantas ia dapatkan. Berkat pengalaman tahun lalu, dengan sebuah motor prototipe dengan spesifikasi pabrikan dan respek untuk sang juara bertahan, kini dia sudah siap. “Saya juga belajar bermain dengan pemetaan dan mengatur kecepatan balapan. Saya pikir saya matang di musim lalu, saya belajar banyak di motor dan saya juga lebih profesional. Dan ini membantu saya untuk menjadi lebih baik tidak hanya sebagai pembalap, tetapi juga sebagai seorang pria,” kata pembalap Perancis keturunan Italia ini.

Selama dua tahun Fabio Quartararo telah berkonsultasi dengan seorang psikolog olahraga. “Saya mulai pada bulan Mei 2018. Saya pergi ke sana karena saya terlalu marah ketika keadaan tidak berjalan baik. Ini memberi saya semacam panduan untuk melakukan beberapa latihan ketika saya gugup,” ungkap El Diablo.

BACA JUGA  Janji Duo Marquez di Hadapan Pecinta MotoGP Indonesia

Usahanya untuk mematangkan sisi psikologis ini telah membuahkan hasil, meskipun kadang kemarahan tetap merupakan perasaan manusia yang tak terhapuskan. “Saya bisa mengatakan itu membantu saya karena saya tidak pernah marah musim lalu. Saya tenang di akhir pekan balapan. Tentu saja, setelah balapan saya menjadi sedikit marah, tetapi bukan karena saya pikir ada yang tidak beres. Sebaliknya, karena saya berpikir tentang apa yang telah saya lakukan salah,” jelasnya.

Misano dan Buriram adalah dua balapan di mana dia mudah marah. Marc Marquez memainkan sedikit permainan kucing dan tikus dengan rookie Yamaha ini. Apakah bintang yang sedang naik daun MotoGP akan kalah lagi hari ini? “Di Misano kurasa begitu. Di Buriram, dengan pengalaman yang kumiliki sekarang, aku akan bisa lebih dekat,” tutur Fabio.

BACA JUGA  Ada Pembalap Baru Yang Nggak Suka Stoner di Honda Makanya Dia Keluar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here