Fabio Quartararo: Tentang Timnya 2021 dan Valentino Rossi

Fabio Quartararo Foto: motogp.com

Yamaha Motor France beberapa hari lalu mengadakan video conference dengan pembalap asal Perancis, Fabio Quartararo lewat instagram. Selama setengah jam, El Diablo menjawab dengan baik dan berterima kasih atas pertanyaan-pertanyaan dari fans.

Dalam video tersebut Fabio banyak berbicara tentang masa depannya di MotoGP. Terutama nanti saat musim balap 2021 yang dia akan pindah ke tim pabrikan Yamaha. Selain itu dia juga bercerita bagaimana dia sejak kecil sudah mengagumi sosok pembalap idolanya yakni Valentino Rossi. Pertanyaan dari host acara yakni Christophe Guyot paling awal adalah tentang kesan pertama Fabio saat masuk kedalam balapan di kelas utama yakni MotoGP.

Fabio Quartararo. Foto: motogp.com

“Motor yang sangat cepat sekali kalau dikelas MotoGP. Saya akan selalu ingat balapan pertama saya di Valencia, di mana saya berada di kelima dan di mana motor masih terasa bisa lebih kencang lagi. Itu adalah sesuatu yang hanya anda rasakan dengan motor MotoGP. Ketika saya pindah dari Moto3 ke Moto2, saya butuh lima putaran untuk terbiasa dengan kecepatannya. Sangat cepat tapi aku mudah beradaptasi. Tapi di MotoGP, saya perlu beberapa tes untuk bisa menyatu dengan motor. Ada sudut-sudut di mana anda tidak dapat menggunakan terlalu banyak power karena ada bantuan dari elektronik. Remnya juga sangat luar biasa karena. Semua berubah tidak seperti di Moto3 atau Moto2, ini jenis motor yang lain,” kata Fabio.

BACA JUGA  Marc Marquez: Lorenzo Itu Takut Sama Motor Honda

Meskipun kecepatan tertinggi bisa di atas 320 km/jam, motor Yamaha dari tim satelit Petronas SRT tahun lalu sempat sering menusuk di barisan depan bahkan kadang lebih unggul dari Yamaha M1 dari tim pabrikan. Sensasi apa yang diberikannya pada pembalap bernomor 20 tersebut.

Fabio “El Diablo” Quartararo. Foto: motogp.com

“Ketika anda melaju di 320 atau 330 km/jam dan bisa melewati kami, anda merasa bahwa anda tidak terlalu cepat. Tapi yang paling mengesankan bagi saya adalah akselerasinya, dari 80 km / jam hingga 200, atau bahkan 300 km / jam. Di sinilah kita merasakan kecepatannya yang bagus karena hanya butuh waktu yang singkat. Secara fisik juga, karena di Moto2 kita punya waktu agak lama dilintasan lurus, sementara kalau di MotoGP cuman sebentar karena sangat cepat. Jadi, anda benar-benar harus sangat kuat secara fisik,” tambahnya.

Fabio Quartararo juga diberi pertanyaan apakah akan membawa Kepala Insinyurnya Diego Gubellini bersamanya ke Yamaha Factory pada tahun 2021. “Itu tujuannya. Tahun ini akan menjadi pertama kalinya saya mempertahankan tim yang sama selama dua tahun berturut-turut. Tahun lalu, ada suasana yang sangat sangat baik dan saya berhasil dengan sangat baik dengan tim teknis saya, jadi saya pasti ingin membawa mereka bersamaku. Mungkin agak terlalu dini untuk membicarakannya, tetapi bagaimanapun juga itu adalah sesuatu yang sangat saya sukai karena kami melakukan pekerjaan yang sangat baik pada tahun 2019. Ini adalah sesuatu yang saya inginkan untuk menjadi bagian tim, tetapi hal pertama adalah fokus dulu pada 2020,” ungkap El Diablo.

BACA JUGA  Selama Karantina Valentino Rossi Bisa Lakukan Hal-Hal Yang Dia Kangeni, Apa Saja?

Christophe Guyot melanjutkan dengan menanyakan kepada pembalap Petronas Yamaha SRT ini bagaimana rasanya mengambil alih tempat dari idolanya, Valentino Rossi, pada tahun 2021 nanti. “Serius, hanya memikirkannya saja saya sudah merinding. Awalnya saya pikir saya tidak akan pernah bisa balapan bareng dengannya karena saya tahu Rossi memiliki masa sulit di tahun 2016-2017. Saya pikir dia akan pensiun diumur 40 tahun tapi nyatanya tidak. Tapi dia adalah Valentino dan dia melakukan segalanya yang berbeda dari yang lain, dia berusia 41 tahun dan dia masih bertarung dengan para pembalap muda. Jadi untuk berpikir bahwa saya akan, dalam kutipan, mengambil tempat saya di tim resmi, itu luar biasa! Dan dengan tulus, saya benar-benar berharap bahwa dia akan melanjutkan pada 2021, karena selalu menyenangkan untuk balapan dengan idola, setiap kali saya melihatnya di trek, itu luar biasa bahkan sejak 15 tahun yang lalu,” tutur Fabio.

BACA JUGA  Tiga Hari Yang Penuh Makna Buat Rossi
Fabio dan Rossi Foto: motogp.com

Apakah karir yang panjang dari sang juara delapan kali asal Italia itu juga akan membuatnya mengikuti apa yang Rossi lakukan saat ini. “Saya masih punya banyak waktu. Tapi jujur, usia hanyalah angka. Saya tidak hanya mengacu pada Valentino Rossi tetapi juga pemain sepak bola yang sangat saya kagumi, Cristiano Ronaldo. Dia berusia 35 tahun dan dia terlihat seperti dia berada di puncak performanya. Bagi saya, ini adalah contoh untuk diikuti. Saya pikir dia adalah seseorang yang banyak berlatih secara fisik dan sangat sehat, jadi saya pikir kita dapat melanjutkan hingga usia 40, seperti Valentino,” kata Fabio diakhir wawancara.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here