Fans MotoGP Sejati Adalah di Jerman, Meski Tidak Ada Balap Tetap Datang ke Sirkuit

Sirkuit Scahsenring saat ada ada balap MotoGP. Foto: Motogp.com

OTOSPORTIF – Fans MotoGP harus bisa mencontoh apa yang dilakukan oleh fans balap dari Jerman. Akibat GP yang dibatalkan di Sachsenring yang harusnya akan tayang Minggu kemarin, para fans tetap nekat datang demi kecintaannya terhadap balap maupun sirkuit kebanggaan mereka.

Berbeda dengan fans MotoGP di Indonesia yang bisanya hanya saling ejek dan mendukung secara mebabi buta jagoannya di medsos, fans di Jerman lebih mempunyai kultur balap yang hebat dan cukup apresiatif. Jadi kedewasaan dalam berperilaku juga sangat berbeda.

Di Qatar GP hampir 1.500 penonton membayar masuk bahkan pada saat hari balapan demi menonton MotoGP. Namun setidaknya ada 500 penggemar bertemu kemarin Minggu (21/6) di trek GP Jerman untuk jalan-jalan di lintasan Sachsenring demi untuk “menjalankan MotoGP yang dibatalkan”.

Entah bagaimana maksutnya yang jelas bahwa meskipun ada balapan dibatalkan di Sachsenring, beberapa penggemar tetap akan pergi ke sirkuit “Ring” pada hari dan tanggal yang sama dengan yang direncanakan awal sebelum ada pembatalan.

BACA JUGA  Berapa Sih Gaji Mekanik MotoGP? Berikut Ini Ulasannya.

Ketika ada panggilan untuk “berjalan untuk MotoGP” diluncurkan di jejaring sosial pribadi, maka gerakan itu pun mulai terbentuk. Akhirnya, sekitar 500 pendukung atau fans setia MotoGP datang ke Sachsenring untuk bertemu dengan para fans gila lainnya.

Mereka datang untuk mengenang dan sedikit bersedih karena tidak adanya balapan tahun ini di sirkuit yang mereka cintai. Dan kebanyakan mereka yang datang tidak mengenal satu dan lainnya.

Salah satunya Kevin Pohlers, yang tinggal di kawasan Oberlungwitz, hanya sekitar 200 meter dari Sachsenring. “Aku dan saudaraku punya ide untuk melakukan sesuatu. Kami tidak menginginkan acara komersial dan masih ingin memberi contoh untuk Sachsenring,” katanya.

“Lalu, kami memiliki gagasan untuk berjalan dengan penuh antusias, sebagai semacam ungkapan simpati bagi banyak perusahaan yang memiliki masalah besar akibat pembatalan ini,” jelas Kevin Pohlers yang berusia 28 tahun.

Seluruh akhir pekan sudah ada peningkatan jumlah lalu lintas di sekitar Sachsenring. Misalnya, museum balap Hohenstein-Ernstthal mencatat lebih banyak pengunjung daripada biasanya.

BACA JUGA  Debut Lorenzo Gagal di Hari Pertama Test Bersama Yamaha

“Bagi banyak orang, itu jelas tidak berhasil tanpa Motorsport. Kami tentu saja senang bahwa banyak yang menggunakan akhir pekan dengan balapan yang sebenarnya,” kata direktur museum Marina Palm.

Pesta-pesta kecil dan menengah dirayakan pada Sabtu malam, beberapa di antaranya harus dibubarkan oleh polisi karena aturan jarak. Ada juga kembang api kecil, cahaya laser dan para petugas penegak hukum tidak berdaya terhadap situasi ini.

Minggu siang kemarin semakin banyak penggemar dan fans balap MotoGP berkumpul, beberapa di antaranya telah melakukan perjalanan sangat jauh.

Selain plat nomor dari seluruh daerah di negara Jerman yang terlihat berdatangan tapi juga ada plat nomer beberapa dari daerah yang lebih terpencil di Jerman.

“Sejauh yang saya tahu, mereka yang melakukan perjalanan terpanjang datang dari Lower Saxony dan mungkin berkendara sekitar 500 kilometer di sini,” kata Kevin Pohlers, tampak terkesan.

Mereka mengawali perjalanan secara bersama-sama dari rumah masing-masing. Meski tidak semua, tetapi mayoritas fans datang pada pukul 2 siang. Biasanya kelas MotoGP akan memulai balapan mereka pada jam tersebut.

BACA JUGA  Benarkah Rossi Akan Pensiun Tahun Ini?

Pawai mobil maupun motor akhirnya tak bisa dihindari dan membuat jalanan dikota tersebut sempat macet dan tersendat, namun semua datang dengan satu tujuan yang sama yakni memberikan dukungan moral bagi semua yang terdampak oleh pembatalan MotoGP ini.

Pada akhirnya, Kevin Pohlers benar-benar kewalahan oleh respons tersebut. “Kami mengharapkan 30 atau 40 orang, tetapi saya agak kewalahan dengan pawai ini,” Pohlers mengakui.

“Kami ingin semua orang menjaga Sachsenring. Saya pikir kami bisa mencapai itu. Untuk masa depan, saya berharap bahwa Grand Prix Sachsenring akan tetap ada di kalender dan bahwa suatu hari kita akan memiliki Grand Prix paling banyak dikunjungi,” harapnya.

Hari itu setidaknya menunjukkan bahwa antusias balap dunia di Jerman masih luar biasa. Dengan apa yang telah dilakukan oleh fans sejati seperti mereka semoga saja hal-hal positif itu bisa menular di fans MotoGP di Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here