Hanya Siaran TV yang bisa menyelamatkan MotoGP

MotoGp Rider 2019. Foto: motogp.com

Banyaknya masalah yang di hadapi oleh MotoGP musim ini menyebabkan efek berantai kedepannya. Tak hanya kejuaraan yang terpengaruh namun juga semua industri pendukungnya. Makanya dalam beberapa hari terakhir ini staf umum MotoGP dan MSMA atau Asosiasi Produsen, telah bertemu beberapa kali dalam konferensi video untuk membahas keadaan pandemi coronavirus saat ini, dan melihat bagaimana kelanjutan nasib balapan musim ini. Keputusan akan diambil akankah mengerahkan pasukan mereka untuk bertanding atau tidak dalam ‘kejuaraan dunia’ balap motor tersebut. Tulisan ini di sadur dari tulisan Paolo Scalera di situs GPone.com.

Yang pertama kali dan paling utama diselesaikan adalah sisi teknis dengan adanya pembekuan mesin dan pengembangan aerodinamis hingga 2021. Sudah ada kesepakatan antara produsen tentang masalah ini dan sudah tidak ada masalah lagi. Namun hal kedua yang masih menjadi perdebatan adalah sisi ekonomi yang belum menemukan titik temu dan lebih sulit untuk ditangani. Mengingat bahwa rangkaian balapan MotoGP selama ini ditopang 3 sumber pendanaan utama ekonomi yakni sponsor, TV dan tentu saja penjualan sepeda motor.

Perdebatan masih terjadi dan masalah ini sedang di bicarakan, tetapi untuk saat ini pendapatan utama yang bisa diselamatkan adalah dari tayangan televisi. Hak siar istimewa merupakan sumber pendapatan utama untuk kejuaraan balapan ini. Karena dengan  tayangan televisi maka perjanjian dengan sponsor masih dapat diselamatkan dan diteruskan meskipun tidak penuh. Dengan kata lain MotoGP musim ini masih bisa ditayangkan dan diselamatkan asal ada liputan televisi.

BACA JUGA  Zarco Siap dan Percaya Diri Setelah Bertemu Gigi di Tim Barunya

Poin ketiga adalah logistik yaitu bagaimana memindahkan sirkus MotoGP ini ke seluruh dunia. Hal ini adalah yang paling kompleks, karena sepenuhnya di luar kendali produsen motor dan penyelenggara MotoGP sendiri. Tentunya ini harus bisa sejalan dengan indikasi dan aturan yang ditetapkan oleh masing-masing negara, inilah yang kemudian akan menjadi masalah nantinya.

Selama minggu ini, mungkin besok, akan ada pertemuan konferensi video lebih lanjut antara perwakilan dari produsen. Tujuannya adalah untuk membicarakan bersama Carmelo Ezpeleta (Dorna) dengan agenda bersama tentang bagaimana solusi yang paling mungkin untuk bisa memulai kembali kejuaraan dunia. Dan dengan serangkaian proposal yang bisa dibawa oleh Dorna ke berbagai negara untuk mendapatkan akses ke masing-masing negara.

Jumlah minimum kru saat ini sedang dibahas untuk mengurangi dari 3.000 orang menjadi setidaknya 2.000 atau bahkan kurang. Mereka semua adalah orang-orang yang terlibat dalam organisasi Grands Prix setempat.

BACA JUGA  KTM Launching Febuari, Bakal Ada Warna Baru?

Oleh karena itu ada pembicaraan tentang pengurangan yang signifikan, yang mungkin juga mencakup jumlah mekanik, tetapi yang tentunya juga akan melibatkan mereka yang bertanggung jawab untuk saluran komunikasi, termasuk wartawan.

Untuk mendapatkan masuk ke negara-negara tertentu, pengujian Swab yang menyatakan kekebalan terhadap Covid-19 untuk semua staf sedang dipertimbangkan. Ini tampaknya menjadi tindakan pencegahan yang benar dan bukan hal baru, ketika tahun 1990 Paris-Dakar melewati negara Libya, Muhammar Gaddafi meminta semua peserta untuk menjalani tes HIV. MSMA juga bersedia untuk mengatur pergerakan para peserta, ‘membatasi’ mereka semua ke hotel-hotel tertentu dan membatasi pergerakan hanya ke paddock dan di belakang.

Di antara proposal tersebut ada juga satu sirkuit yang bisa menggelar dua balapan Grand Prix di negara yang sama, tetapi pada hari Minggu yang berbeda. Ini akan memungkinkan TV untuk tetap menghormati komitmen iklan mereka dengan sponsor. Tentunya berbeda dengan balapan seperti di Superbike yakni 2 balapan pada akhir pekan yang sama.

BACA JUGA  Ini Dia Jadwal Resmi MotoGP 2020, Mana Saja Yang Balap Ganda

Tetapi jelas hanya Italia dan Spanyol yang memiliki lebih dari satu sirkuit yang disetujui untuk MotoGP, oleh karena itu seharusnya bisa juga dikondisikan di Malaysia dengan  Sepang 1 dan Sepang 2, misalnya. Dengan solusi seperti itu, tim akan tinggal di negara yang sama selama dua minggu, dengan biaya lebih rendah dan masalah logistik terselesaikan. Seperti yang kita lihat, ini adalah solusi yang tidak biasa tetapi sangat sesuai dengan peristiwa yang sama sekali tidak terduga seperti pandemi Covid-19.

Dari semua yang telah terjadi sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa mereka telah beralih ke ‘fase 2’. Seperti yang mungkin Anda ingat, Ezpeleta dalam konferensi Losail mengatakan bahwa ia akan mencoba menayangkan seluruh seri Grands Prix. Hari ini mereka telah mencoba dan menayangkan beberapa Grands Prix. Sekarang telah tiba pada tahap mencoba menyelamatkan apa yang bisa diselamatkan.

Itu solusi yang lebih baik daripada harus memenuhi keinginan masing-masing individu. Alternatif runtuhnya sistem di kejuaraan ini, yang meliputi kebangkrutan tim dan PHK serta kehilangan ribuan pekerjaan, tidak baik bagi siapa pun.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here