Harus Ada Kesepakatan Antara Valentino Rossi dan Petronas

Valentino Rossi. Foto: motogp.com

Tim pabrikan Yamaha memang musim depan sudah tidak akan diperkuat lagi oleh Valentino Rossi. Sang peraih juara dunia 9 kali ini akan digantikan oleh Fabio Quartararo yang telah dikontrak tim Yamaha untuk menjadi skuad dengan pembalap muda musim depan. Nasib Rossi pun terkatung-katung, belum ada tim yang akan dibelanya musim depan jika masih terus balap.

Sementara Yamaha sudah memberi sinyal kepada Vale untuk berpindah ke tim satelit mereka yakni tim Petronas SRT. Bahkan Yamaha juga berjanji jika Rossi akan mendapatkan paketan motor yang sama dengan tim pabrikan jika mau bergabung di Petronas. Tapi hingga kini baik Rossi maupun Petronas belum sama sekali mengadakan kontak langsung soal ini. Dan semakin membuat para fans nya bertanya-tanya akan ken tim mana pujaannya tahun depan.

BACA JUGA  Marc Marquez Bakal Waspadai Fabio Quartararo Musim Ini, Kenapa?

Akhir-akhir ini, sang pembuat keputusan di tim pabrikan Yamaha yakni, Lin Jarvis telah memperingatkan Vale untuk segera memutuskan sisa karirnya di masa mendatang. Setelah dalam wawancara beberapa hari lalu Rossi memberi sinyal akan tetap balap maka kini bola ada di Yamaha. Tim pabrikan ini yang harus menghormati janjinya akan menyiapkan motor Yamaha M1 yang bagus dan di tim yang baik. Tim yang menjadi satu-satunya pilihan adalah di tim Petronas.

Dalam sebuah wawancara Gazzetta dello Sport, Lin Jarvis menjelaskan. “Ini adalah topik yang kita bicarakan di Yamaha dan saya berharap untuk menanganinya segera. Kami memasuki fase di mana kami harus melihat ke masa depan. Perjanjian harus segara dicapai dengan Direktur Tim Petronas, Razlan Razali. Pilihan pembalap harus disetujui oleh Yamaha, meskipun itu adalah uang tim, jadi mereka harus memilih jalur mana yang harus diambil,” kata Jarvis.

BACA JUGA  Alex Telikung Kakaknya Sendiri dan Rossi Berhasil Podium
Lin Jarvis dan Rossi. Foto: otosportif.com

Cerita segitiga antara Yamaha, Rossi dan Petronas ini memang seperti benang ruwet. Masing-masing belum bisa mempolakan kedalam satu tujuan yang tepat. Diantara ketiganya masih belum bisa duduk bersama karena memang Rossi sepertinya belum memutuskan. Keinginan Yamaha adalah Rossi berbaju Petronas, dan Petronas sudah membuka diri, hanya persoalannya adalah bagaimana pengaturan uang kontrak dan lain-lain nantinya. Disini Yamaha juga tidak bisa lepas tangan karena Rossi adalah masih “aset” mereka. Masalahnya adalah Rossi belum membuka diri kepada Petronas itu yang membuat masalah ini masih berlarut. Peran Lin Jarvis yang seharusnya lebih dominan, dan harus turun tangan untuk membuat hubungan Rossi dan Petronas bisa lebih akur dan bisa duduk bersama.

BACA JUGA  Sepang Test: Hasil Tes Sangat Ketat, MotoGP 2020 Bakal Makin Seru? (Hari 3)

Lin Jarvis juga menekankan jika saat ini Yamaha sudah berada di jalur yang lain. Mereka sudah memutuskan untuk melihat masa depan dengan para pembalap mudanya. “Komitmen kami adalah mengambil Quartararo untuk tahun 2021. Misi kami adalah meraih banyak kemenangan dengan senjata terbaik, baik itu perangkat lunak, perangkat keras, pembalap ataupun mekanik. Inilah saatnya untuk meraih gelar juara dunia bagi Yamaha. Sedangkan Vale adalah sesuatu dari masa lalu. Saya hanya ingin Vale tetap balapan setahun lagi setidaknya. Karena jika pensiun dengan kondisi seperti ini tidak bagus, bagaimanapun MotoGP masih membutuhkan Rossi,” ungkap Jarvis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here