Ini Dia Regulasi Baru MotoGP 2020. Lebih Pro Ke Pembalap Rookie

Foto: motogp.com

Menjaga tingkat kompetisi, sportivitas, dan fairness dalam balapan, MotoGP telah memutuskan regulasi baru musim 2020. Berbagai penyesuaian telah disetujui. Spirit utama dalam perubahan regulasi ini lebih pro kepada pembalap rookie. Para pembalap debutan ini mendapatkan kesempatan dan fasilitas lebih supaya bisa cepat beradaptasi dan diharapkan kompetitif di level atas.

Dalam rilis dari laman motogp.com, setidaknya ada tiga aturan krusial yang diterapkan musim MotoGP 2020 yang telah diketok palu dalam pertemuan Komisi Grand Prix. Mereka yang ambil bagian dalam komisi ini antara lain, CEO Dorna Carmelo Ezpeleta, Paul Duparc (FIM), Herve Poncharal (IRTA), Takanao Tsubouchi (MSMA), Jorge Viegas (FIM President), Carlos Ezpeleta (Dorna), Mike Trimby (IRTA, secretary of the meeting), dan Corrado Cecchinelli (Director of Technology).

BACA JUGA  Sirkuit Jerez Jadi Penentu Kelanjutan MotoGP 2020, Kok Bisa? Ini Kata Bos MotoGP

Dalam regulasi yang telah diubah, aturan pertama terkait tes terbatas di kelas MotoGP. Mulai musim MotoGP 2020, pembalap rookie diperbolehkan ambil bagian dalam shakedown test selama tiga hari di Sepang. Sebelumnya, tes seperti itu hanya diperuntukkan pembalap uji tim pabrikan dan rider tim yang mendapat keuntungan konsesi. Dengan diperbolehkannya turun dalam shakedown test, rookie punya lebih banyak waktu untuk beradaptasi dengan motor baru.

Selama ini aturan tentang pembatasan uji coba memang memberatkan rookie. Pembalap debutan yang umumnya datang dari ajang Moto2 diberi waktu yang sama dengan rider-rider berpengalaman lainnya dalam melakukan tes. Padahal, motor MotoGP sangat berbeda dengan karakter motor Moto2 atau motor-motor di kategori lainnya. MotoGP 2020 kedatangan tiga pembalap rookie, yaitu Alex Marquez di tim Honda serta  Brad Binder dan Iker Lecuona di tim KTM.

BACA JUGA  Yamaha vs Ducati, Skor 2-0 Untuk Yamaha. Tapi Ducati Klaim Masih Punya Stok Pembalap Cepat

Kemudian, regulasi kedua terkait penggunaan winglet atau sayap aerodinamika yang menempel di motor MotoGP. Berkaca pada kecelakaan parah rider Tech 3-KTM Miguel Oliveira di Sirkuit Phillip Island saat GP Australia 2019, diputuskan bahwa seluruh perangkat aerodinamika wajib dilepas jika kondisi cuaca membahayakan. Akibat empasan angin kencang yang menerjang di tikungan pertama Sirkuit Phillip Island, Oliveira kehilangan kontrol pada motornya.

”Kami menginginkan keselamatan menjadi faktor utama dalam setiap menyusun regulasi. Keselamatan pembalap harus nomor satu,” tulis pernyataan resmi Komisi Grand Prix MotoGP sebagaimana dilansir Crash.net. Race Director akan bertanggung jawab menentukan dan mengumumkan konsensus tersebut bisa diterapkan pada balapan lainnya. Semua itu kembali mengacu kepada perkiraan cuaca atau kondisi angin pada tiap balapan.

BACA JUGA  Ini Yang Terjadi Jika 1 Sirkuit Untuk 3 Kali Balapan

Perubahan regulasi terakhir adalah untuk kelas Moto2. Pada musim 2019, rider wild card Moto2 ditiadakan karena terbatasnya mesin dan sasis setelah peralihan dari mesin Honda ke Triumph. Untuk 2020, jatah tersebut hanya diperuntukkan bagi tim-tim pabrikan. Selanjutnya, Magneti Marelli dipastikan menjadi ECU wajib dan diseragamkan untuk kelas Moto2.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here