Ini Yang Terjadi Jika 1 Sirkuit Untuk 3 Kali Balapan

MotoGP. Foto: motogp.com

Kondisi yang sulit harus dihadapi oleh Dorna selaku penyelenggara MotoGP. Sulitnya menemukan sirkuit yang bisa menggelar MotoGP dalam waktu dekat memang menjadi masalah utama selain wabah virus. Aturan dari negara yang masih membatasi pengunjung dari luar menyulitkan proses gelaran MotoGp. Ditambah dengan aturan tidak boleh berkumpul dengan jumlah orang yang banyak menjadi masalah yang harus dipecahkan.

Dengan kondisi seperti itulah Dorna harus memutar otak bagaimana agar balapan bisa segera ditayangkan dengan mengadopsi aturan-aturan yang berlaku. Sebenarnya sebelumnya otosportif.com sudah memuat artikel tentang skenario dari Dorna agar bisa melanjutkan kejuaraan ini dengan aman. Dan salah satu skenario tersebut adalah dengan menggelar balapan beberapa seri tapi hanya di satu sirkuit yang terpilih.

Dengan adanya skenario tersebut Presiden IRTA yakni Herve Poncharal angkat bicara. Dari sudut pandangnya sebagai Presiden IRTA (Asosiasi tim) dan pemilik tim Tech 3, Poncharal menyebut jika hal itu mungkin terjadi jika memang tidak ada jalan lain. Namun dia juga mengatakan jika skenario tersebut harus dikaji lebih mendalam agar semua tim bisa bersiap diri jika memang akan dilakukan.

Herve Poncharal Presiden IRTA, Foto: motogp.com

“Kita tahu jika saat ini untuk melakukan perjalanan antar negara akan sulit dan juga susahnya memilih sirkuit yang bisa berkompromi dengan aturan negara yang akan menggelar MotoGP. Jadi jika ada wacana atau proposal untuk menggelar 2 atau hingga 3 balapan (seri) di sirkuit yang sama maka saya akan setuju jika itu memang memungkinkan dan bisa dilaksanakan. Saya sangat yakin jika saat ini kita harus bisa segera menggelar balapan, berapa seri, saya tidak bisa mengatakannya tapi sebanyak mungkin. Dan balapan harus disiarkan di TV dan harus diberitakan ke banyak media. Saya sangat mendukung dan bukan satu-satunya yang menolak ide untuk melakukan balapan di sirkuit yang sama,” kata Poncharal yang juga pemilik tim Tech 3 ini.

BACA JUGA  Carlo Pernat Bikin Kontroversi Lagi, Kali Ini Soal Marquez dan Rossi

Jika hal ini terjadi mungkin akan tertulis dalam sejarah balapan dunia dimana pecinta MotoGP bisa menyaksikan balapan yang lebih seru karena semua tim dan pembalap akan saling membalas kekalahannya setelah balapan pertama. Memang bukan situasi yang ideal untuk balapan berkelas dunia namun mereka juga harus pragmatis dan mengerti situasi yang sedang terjadi. Ada beberapa keuntungan sebenarnya jika hal tersebut dilakukan yakni semua yang terlibat dibalapan akan lebih mengirit karena tidak banyak bepergian jauh. Jika bisa menemukan 4 sirkuit saja maka 8 hingga 12 seri sudah bisa di laksanakan dan masalah balapan musim ini akan terselesaikan.

Pentingnya Media di MotoGP

Herve Poncharal juga mengatakan jika memang hal ini harus dilakukan maka partisipasi media dan televisi adalah yang paling sentral dan penting. Makanya dia juga tidak setuju jika ada pembatasan bagi wartwan atau media yang ingin meliput balapan ini. Seperti kita ketahui jika ada aturan jika wartawan tidak diperbolehkan untuk meliput MotoGP selama musim ini. Padahal MotoGP itu bisa besar karena campur tangan media yang ikut menyebarkan semua kegiatan di MotoGP hingga seperti sekarang ini.

BACA JUGA  FIM Skors Andrea Iannone 18 Bulan, Apa Kata Bos Aprilia
Peran Media Sangat Penting di MotoGP. Foto: motogp.com

“Saya adalah Presiden IRTA dan pemilik tim jadi memang tidak banyak berhubungan dengan para media. Tapi menurut opini pribadi saya seharusnya media adalah garda terdepan dunia untuk saat ini. Kita tidak tahu apa-apa jika tidak membaca atau melihat dari media dan ini seharusnya berlaku juga di MotoGP. Media adalah ujung tombak semua yang ada di MotoGP dan salah satu cara yang bisa digunakan adalah dengan teknologi, misalnya lewat video press conference,” tuturnya.

“Memang berbeda jika ada kehadiran jurnalis disetiap balapan. Karena akan banyak sekali manfaat dan berita jika mereka ada disana. Bagi saya jurnalis levelnya lebih tinggi dari sponsor maupun tamu tim. Media atau jurnalis bisa memberikan banyak input kepada para fans diluar sana. Tidak hanya informasi resmi saja namun ada banyak informasi yang bisa diketahui fans sekecil apapun informasi tersebut. Saya kasih tahu jika di MotoGP yang penting pertama adalah tim dan pembalap kemudian jurnalis atau media, saya akan memperjuangkan soal kehadiran media di MotoGP,” lanjutnya.

BACA JUGA  Capirossi Katakan Jika Masalah Ducati Bukanlah Honda Tapi Marquez..!

Adanya ide untuk menggunakan 1 motor untuk tiap pembalap yang di anjurkan oleh Manajer Tim Ducati Dall’Igna juga mendapat perhatian khsusus di IRTA. Poncharal sendiri kurang setuju dengan ide tersebut karena akan menyulitkan tim dan pembalap sendiri. Itu bisa terlihat dari sejak persiapan sebelum balapan misalkan saat latihan bebas sesi ke 4 dimana akan butuh waktu sebelum melakukan sesi kualifikasi.

“Saya sangat tidak setuju dengan usulan tersebut karena akan merusak tatanan balap MotoGp dan tentu saja akan merivisi banyak hal. Contohnya jika saat latihan terakhir ada yang rusak dan kemudian disambung dengan kualifikasi maka waktunya tidak akan cukup untuk mengganti kerusakan yang terjadi. Kemudian jika saat balapan berlangsung dan kemudian terjadi Flag to Flag, kan tidak mungkin kita harus menghentikan balapan tapi tetap menggunakan motor yang sama, saya pikir itu bukan solusi yang bagus untuk pengiritan,” pungkasnya.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here