Jelang MotoGP Qatar, Valentino Rossi Masih Resah

Valentino Rossi. Foto: motogp.com

Hasil uji coba pra musim di Qatar pada 22-24 Februari lalu masih menyisakan keresahan pada Valentino Rossi. Meski mengaku bila secara keseluruhan motor Yamaha YZR M1 versi 2020 menunjukkan performa baik, Rossi masih was-was dengan kondisi ban. Khususnya setelah dipakai 5-6 lap. “Ketika kondisi ban baru, hasilnya sangat memuaskan. Namun setelah berjalan 5-6 lap, kondisi ban jauh menurun. Masalah ini mirip yang kami alami pada musim lalu,” ujar Rossi seperti dilansir Crash.Net.

Hal ini cukup aneh mengingat ban baru Michelin didesain lebih pro ke motor dengan karakter seperti Yamaha dan Suzuki yang jago di cornering speed. Menurut Bos Michelin, Piero Taramasso, ban baru musim ini memang cenderung lebih menguntungkan Suzuki dan Yamaha. “Dari data kasat mata, ban ini memang menghukum motor yang memiliki power besar sehingga level keausan jadi sangat tinggi,” ujar Taramasso. Motor-motor yang berkarakter agresif, lanjutnya, akan memaksa ban bekerja lebih keras sehingga cepat aus.

BACA JUGA  MotoGP 2021 Sepang Bakal Gelar Balap Malam Hari?

Sementara itu, menyoroti hasil uji coba Rossi di Qatar, Manajer Tim Monster Energy Yamaha, Massimo Meregalli mengatakah, mereka akan menganalisa data Rossi dan fokus untuk meningkatkan daya tahan ban. Meregalli pun optimis bila Rossi bisa bersaing di barisan depan. “Hasil uji coba menunjukkan catatan waktunya tidak jauh dari pembalap teratas,” tuturnya.

Terkait solusi untku mengurangi degradasi ban ini, Piero Taramasso menegaskan bila setiap tim harus mencari cara memerbaiki keseimbangan motornya. “Saya pikir Anda harus bekerja pada sistem elektronik di motor. Begitu juga dengan gaya balap. Mungkin solusinya jangan memainkan gas terlalu agresif. Saya pikir itu bisa menyelesaikan masalah,” ujar Taramasso.

BACA JUGA  20 Tahun Lamanya BMW Mengawal Keselamatan MotoGP

Berkaca dari perspektif Piero Taramasso ini, bisa ditarik kesimpulan jika solusi untuk masalah Valentino Rossi ada dua. Satu menemukan setingan elektronik yang pas dimana motor bisa tetap cepat dan hemat konsusmsi ban. Kemudian cara keduanya adalah Rossi menyesuaikan gaya balapnya agar lebih smooth. Bila kedua hal ini bisa teraplikasi dengan baik, bukan tak mungkin Rossi akan kembali berjaya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here