Juara Supercross Kritik Mantan Mekanik Rossi yang Tidak Berguna

Chad Reed dan Valentino Rossi. Foto: instagram / @crtwotwo

Mantan juara Supercross, Chad Reed, mengkritik hasil kerja mantan mekanik Valentino Rossi, Silvano Galbusera. Dia bilang jika hasil kerjanya tak sesuai dengan level Rossi.

Chad Reed telah menjadi salah satu pembalap Supercross terbaik dalam beberapa tahun terakhir. Pembalap Australia itu pensiun pada usia 38 dan sudah menjalin hubungan baik dengan Valentino Rossi sejak lama. Dia juga pernah mengunjungi garasi Yamaha selama GP digelar.

Chad menarik beberapa persamaan antara karir olahraganya dan karir Valentino Rossi. “Saya pikir situasi Valentino benar-benar hampir mirip dengan saya. Perbedaannya adalah bahwa dalam Supercross peran pembalap masih cukup penting, sehingga dapat membuat perbedaan besar. Yamaha mungkin bukan motor terbaik di dunia, tetapi motor yang cukup bagus,” katanya seperti dilansir di Speedweek.

BACA JUGA  Valentino Rossi Selalu Memiliki Darah Muda

Juara asal Australia itu percaya bahwa seiring bertambahnya usia, tantangannya pun lebih besar. “Saya sangat suka Valentino, dia adalah teman yang sangat baik, tetapi ketika saya melihat hal-hal kecil seperti saat dia kecelakaan di Malaysia dua tahun lalu, ketika dia jatuh saat memimpin di depan, Saat-saat itulah yang akan sulit dijelaskan secara emosional. Pasti sulit baginya untuk mengelola semua perasaannya.”

Kritik keras terhadap mantan chief engineer

Dia juga mengkritik mantan chief engineer tim Rossi yakni Silvano Galbusera: “Mungkin kepala mekanik baru nanti juga akan membantu. Bagi saya pribadi, mantan kepala mekaniknya tidak berguna. Saya senang melihat ada perubahan. Saya tidak tahu banyak tentang mekanik baru nanti, tetapi saya tidak pernah mengerti apa yang dilakukan mekanik sebelumnya. Itu tidak sesuai dengan tingkatan Valentino dan hasilnya sudah membuktikan.”

BACA JUGA  MotoGP Virtual Race  Seri 4, Selain Kembalinya Rossi Ada Juga Balap MotoE

Sedangkan untuk Kejuaraan Dunia MotoGP 2020, Reed tidak ragu untuk membuat prediksi. “Saya lihat Marc Marquez terlalu bagus. Dia memiliki salah satu motor paling sulit di grid, tetapi Honda akan selalu Honda. Terkadang saya beruntung memiliki teman di paddock yang dengannya saya dapat melakukan percakapan pribadi.

Saya pikir dia akan menang lagi pada tahun 2020, tetapi saya berharap orang lain akan melakukan sesuatu. Ducati tampaknya agak membaik, tetapi ini bakal mengorbankan aspek lain. Apakah mereka masih bagus di pengereman dan akselerasi seperti sebelumnya? Kita lihat saja nanti,” kata Reed.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here