Manuver Gila Ducati Pilih Johann Zarco Bukannya Pecco Bagnaia?

Ducati. Foto: motogp.com

OTOSPORTIF – Ducati akan memiliki desain “gila” dalam pikiran untuk musim MotoGP berikutnya yakni akan memilih Johann Zarco bukannya Pecco Bagnaia di tim Pramac Racing.

Ducati merencanakan struktur masa depan di MotoGP dan setelah promosi Jack Miller, tikungan lainnya lebih menghebohkan. Andrea Dovizioso belum menandatangani dengan tim Emilian ini, meskipun tanda tangannya tampaknya sangat dekat.

Sedangkan Danilo Petrucci berbicara tentang “perang manajer” tanpa campur tangan pembalap mampu menjadi penentu keputusan. Dan setelah adanya tanda tangan pembalap asal Australia, kini manajer Miller, Aki Ajo lebih mudah untuk menekan the Red.

Kejutan mungkin tidak berakhir di sana. Jorge Martin diharapkan untuk bergabung dengan tim satelit Pramac Racing, di mana ia akan bekerja sama dengan Pecco Bagnaia.

BACA JUGA  Klub Ducati Indonesia Salurkan Bantuan ke 6 Titik di Jakarta
Francesco Bagnaia. Foto: motogp.com

Namun, syarat adalah suatu keharusan, karena hasilnya akan memutuskan. Sebelum meresmikan pembaruan ini Gigi Dall’Igna dan Paolo Ciabatti memutuskan untuk menunggu dimulainya musim MotoGP. Faktanya, Johann Zarco bisa mendapatkan tempat di Pramac dengan mengorbankan pembalap muda Bagnaia yang juga menginginkan tempat di sebuah tim pabrikan nantinya.

Pada 2019 Pecco tidak meyakinkan para pemimpin Ducati, tetapi mulai tahun ini tidak akan ada alasan untuk mengendarai Ducati dengan spesifikasi resmi. “Kami harus membuat keputusan dengan Jack Miller sebelum musim dimulai. Kami bisa menunggu dua atau tiga balapan pertama untuk keputusan lain,” kata Ciabatti kepada Speedweek.com.

Pembalap asal Perancis, Johan Zarco yang berasal dari tim Avintia akan berada di kursi motor pabrikan terhitung sejak 2021 dan satu-satunya cara untuk mendapatkannya adalah meyakinkan segera.

BACA JUGA  Macetnya Perundingan Ducati dan Dovizioso
Johann Zarco. Foto: motogp.com

“Johann Zarco, pada usia hampir 30 tahun, bukan lagi pembalap yang sangat muda. Tapi kita tidak boleh melupakan hasil yang dia capai sebelum kontrak di KTM. Itulah sebabnya kami ingin mempertahankan satu atau lebih tempat lain terbuka. Kami ingin melihat apa yang terjadi ketika MotoGP dimulai lagi. Tentu saja, dengan Bagnaia adalah pembalap yang ingin kami pertahankan untuk masa depan. Tetapi dengan motor 2020 kami ingin melihat peningkatan yang jelas dibandingkan dengan musim 2019,” tambah Direktur Olahraga Ducati Corse.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here