MotoGP Bukan Hanya Hiburan dan Ejekan di Medsos, Namun Nyawa Taruhannya

Marc Marquez ketika terjatuh dari motor. Foto: motogp.com

OTOSPORTIF – Minggu lalu setelah berita kecelakaan mengerikan itu, Marc Marquez dapat kembali dengan cepat ke Jerez untuk balapan lagi di MotoGP Andalusia. Dirinya dianggap fit karena sudah diperiksa di Clinica Mobile tempat semua pembalap mengecek kesehatan dan kebugarannya.

Namun sebenarnya ini adalah hal yang mengerikan dimana seorang pembalap memang memiliki mental harus hadir disetiap lintasan meski badan patah sekalipun. Bagi Fans MotoGP tak hanya hiburan semata namun juga modal ejekan di dunia medsos, mereka tak menyadari bahwa balap adalah hal yang berbahaya.

Selain Marc Marquez, Alex Rins dan Cal Crutchlow juga diperbolehkan untuk langsung ikut di seri dua MotoGP 2020 ini. Seperti yang dikutip dari Corsedimoto Marc Marquez telah mengenakan baju balapnya dan mencoba menaiki Honda, dengan tulang humerus yang telah dioperasi beberapa hari lalu.

Dengan melihat kejadian sebelumnya bahkan seorang Martian (makluk ALien dari Mars) pun tidak mampu menjinakkan mesin berkekuatan 270 daya kuda. Ataupun tidak mencoba sama sekali hanya puas muncul di paddock dalam waktu singkat untuk membuat dunia berbicara tentang dia dan dari awal.

BACA JUGA  Marc Maquez Janji Sudah Fit 100% Saat di Qatar

Karena tanpa Marc Marquez di lintasan itu bukan kemenangan nyata seperti yang dikatakan bos Honda Alberto Puig. Klaim itu mengejutkan, tetapi saya akan bertaruh ini akan menjadi pemikiran pertama di kepala para pembalap yang akan turun dari tangga teratas podium Jerez pada hari Minggu.

Di luar poin yang hilang dan dunia ke Sembilan yang hilang, namun fakta sederhana terbang ke Jerez, Marc Marquez telah melakukan pukulan psikologis bagi lawan-lawannya.

Sejak pembalap berbakat ini keluar dari ruang operasi, banyak yang berkomentar jika ini adalah hal yang gila. “Mengancam dia sendiri dan sebuah risiko bagi yang lain,” kata para dokter dan seterusnya.

Tampaknya Marc Marquez adalah pembalap pertama dalam sejarah yang gila semacam itu. Ketika dengan fraktur atau cidera yang sama, kita manusia seharusnya masih berada di RS, menangis kesakitan.

Selama bertahun-tahun di sirkuit, banyak ratusan kasus serupa. Juara dunia yang hebat, mulai dari peringkat medioker bahkan amatiran, pembalap gila tanpa terkecuali. Mereka melukai diri sendiri, terkadang sangat serius dan semenit kemudian mereka berpikir untuk kembali.

BACA JUGA  Aprilia Berencana Membikin Tim Satelit MotoGP Musim 2022

Para dokter yang bertugas di balapan mendukung mereka karena memiliki rasa yang samayakni mereka “normal”, mereka berada di pitlane.

Bertanya seberapa besar risiko Marc Marquez atau seberapa bahayanya  itu tak masuk akal. Logika yang sebenarnya adalah adalah mengakhiri sepeda motor, sirkuit dan balapan.

Untuk fans sekarang yang belum pernah melihat sebuah sepeda motor dan pembalap yang sebenarnya, MotoGP seperti video game atau permainan sepakbola. Semakin banyak menonton TV tentang acara itu akan mengatakan seolah-olah seperti acara yang lain dengan lelucon dan sorak sorai, yang penting seru dan menghibur.

Semakin banyak mitos tentang risiko, bahaya yang tak dipikirkan. Itulah mengapa , ketika seorang pembalap jatuh dan menderita, jutaan orang di jejaring sosial bersorak gembira.

Mereka tak sadar karena mereka tak membayangkan bagaimana bertenaganya sepeda motor itu dan seberapa buruknya jatuh pada kecepatan 150 km per jam. Marc Marquez pada tikungan 3 berisiko tewas dihantam motor, sayangnya keadaan yang sama juga terjadi pada orang yang kurang beruntung daripada dia.

BACA JUGA  MotoGP Paling Siap Menangani Krisis di Banding Sepak Bola dan F1

Balapan adalah permainan kejam dimana pertolongan dan tragedy sering terjadi pada beberapa jarak sentimeter saja.

Marc Marquez mungkin balapan lagi di Jerez. Tak sempurna dan sakit tapi hidup. Dia bukan tak sadar tetapi juara dari olahraga yang keras. Dia melakukan apa yang dilakukan para juara olahraga ini sebelumnya yaitu menulis legenda dengan kemenangan, tetapi juga linangan airmata dan darah.

Ini adalah “feel” dari balapan, suka atau tidak suka. Setiap kali Marc Marquez memenangkan kejuaraan dunia, saya mendengar dan membaca: “OK dia adalah juara dan jeleknya dia bukan sebuah karakter”. Di era lain mencoba menggila dan putus asa seperti itu, pembalap akan menjadi seperti dewa. Bahkan tanpa memenangkan delapan kejuaraan dunia sekalipun.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here