MotoGP Malaysia dan Thailand Bisa Ada Penonton?

Sirkuit Sepang, Malaysia. Foto: otosportif.com

Promotor MotoGP Dorna berencana untuk menggelar balapan MotoGP musim 2020 sebanyak 10 seri di sirkuit yang berada di Eropa. Di luar itu akan banyak kesulitan yang akan dihadapi dan masalahnya bakalan kompleks. Tapi jika Dorna mendapat lampu hijau maka bisa jadi balapan di luar Eropa bisa juga dengan penonton, misalnya di Sepang Malaysia dan Buriram Thailand.

Balapan musim ini rencananya akan dimulai dari sirkuit Jerez Jerez / Spanyol (19 Juli) dan kemudian di Brno (9 Agustus) dan Spielberg (16 Agustus). Jika Dorna tidak bisa menemukan sirkuit lain di Eropa selain tiga sirkuit tadi maka balapan akan tetap digelar di 3 sirkuit tersebut dengan beda tanggal. Pada tanggal 26 Juli (Jerez), 2 Agustus (Brno) atau 23 Agustus (Spielberg). Itu adalah langkah terakhir dengan 2 kali balap dalam 2 minggu ditempat yang sama.

BACA JUGA  Kenapa MotoGP Thailand Setelah Qatar, Night Race?

Sekarang pertanyaan adalah apakah MotoGP memungkinkan untuk digelar diluar benua Eropa, Dorna masih belum bisa menjawab. Selain masih fokus untuk menyiapkan balapan di Eropa Dorna juga merasa agak kerepotan jika menggelar diluar Eropa. Karena tentu saja alasan biaya yang sangat mahal jadi alasan utama. Harus menerbangkan sekitar 300 karyawan perusahaannya sendiri ke luar Eropa untuk memastikan produksi TV, untuk menampilkan iklan dan logo sponsor nama GP, serta tim pemasaran dan komunikasi bakal tidak terjangkau untuk saat ini.

Alasan mahalnya biaya ini beralasan karena balapan jika balapan tertutup artinya juga tidak ada pemasukan untuk Dorna. Katakanlah jika di Sepang dan Buriram digelar tanpa penonton maka promotor lokal akan tidak membayar apapun kepada Dorna karena tak ada pemasukan dari tiket. Jadi jika hanya digelar di Eropa maka MotoGP 2020 ini akan menjadi yang pertama sejak GP musim 1980 (yang hanya delapan kali Grand Prix, mulai di Misano pada tanggal 11 Mei, berakhir pada tanggal 24 Agustus di Nürburgring,).

BACA JUGA  MotoGP Thailand Terancam Mundur Gara-Gara Virus Corona, Ini Kata Dorna

Rencananya para petinggi dari Dorna, IRTA dan FIM akan menyelamatkan setidaknya bisa menggelar 14 seri Grand Prix tahun ini. Tetapi jika tidak ada uang yang diharapkan dari balapan di luar Eropa seperti Buriram, Motegi, Sepang, AS dan Argentina, maka hal ini akan dibatalkan dan hanya menyelamatkan yang di Eropa saja. Sejauh ini, jadwal seri masih sesuai dengan rencana awala, termasuk Australia, meskipun Grand Prix Corporation Australia, meski hingga akhir tahun 2020 Australia masih akan belum memberikan ijin untuk keramaian masal.

Di Austria, aturan jaga jarak akan dikurangi menjadi 1 meter pada 1 Mei. Jika metode berhasil maka secara bertahap menjadi acuan di negara lain. Maka untuk menggelar dengan ada penonton bisa dilakukan karena secara teoritis setidaknya 30 – 50 persen dari tiket bisa dijual. Setiap kursi kedua atau ketiga bisa dijual dan Dorna juga bisa mendapatkan sebagian dari biaya penyelenggaraan. Tetapi karena banyak orang-orang yang tidak disiplin di negara-negara selatan seperti Italia dan Spanyol, tidak ada penyelenggara yang mau mengambil risiko ini.

BACA JUGA  Bagi Valentino Rossi 13 balapan Sudah Cukup untuk musim MotoGP 2020

Masih ada lima hingga enam bulan lagi sampai jadwal balap di Buriram dan Sepang dan wabah memang sudah ada disana, namun para penyelenggara di Thailand dan Malaysia bahkan merencanakan Grand Prix dengan tetap ada penonton. Tetapi untuk saat ini, balapan di luar Eropa masih buram dan belum pasti. Dorna ingin mencegah bencana memalukan dan mahal seperti yang terjadi pada balap Formula 1 di Melbourne.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here