Musim Depan Valentino Rossi Tetap di Yamaha dan Quartararo di Petronas, Status Quo?

Valentino Rossi dan Fabio Quartararo. Foto: motogp.com

Masih belum mulainya balapan MotoGP musim 2020 membuat banyak pihak mulai pesimis dengan jadwal balapan ini. Apalagi kabar terbaru menyebutkan jika sirkuit di Barcelona tidak jadi menggelar GP dan begitu juga dengan Mugello, di tambah sirkuit Kymi Ring juga belum bisa menggelar balap akibat kondisi saat ini. Semakin membuat segala hal yang berhubungan dengan MotoGP di selimuti awan gelap.

Dari segala kemungkinan itu kita juga harus realistis untuk bisa menerima skenario terburuk jika tidak akan balap MotoGP tahun ini. Jadwal 2020 ini bisa saja di hapus atau ditiadakan dan menunggu jadwal tahun-tahun kedepan sembari menunggu situasi yang lebih kondusif. Dari 6 seri yang sudah di tunda sebelumnya balapan MotoGP sepertinya akan mengalami hal-hal yang sama di seri-seri berikutnya.

Razlan Razali (tengah) Pingin musim depan pembalap andalannya tetap di timnya jika tahun ini tidak ada balapan MotoGP. Foto: motogp.com

Kita masuk di skenario terburuk jika memang tahun ini tidak ada balap. Bagaimana dengan pengembangan mesin dan terutama posisi pembalap di timnya masing-masing. Jika melihat pengembangan mesin karena sudah di bekukan artinya semua tim tidak ada yang bisa menambah apapun untuk motor mereka. Sedangkan untuk para pembalap yang tahun depan akan kontrak dengan tim-tim baru tentu akan banyak menemui kendala.

BACA JUGA  Jorge Lorenzo Pindah ke Ducati Gara Gara Rossi

Otomatis penundaan selama setahun ini akan mempengaruhi posisi mereka di dalam tim yang saat ini di belanya dan tim yang tahun depan akan di masukinya. Ambil contoh adalah Fabio Quartararo yang seharusnya tahun ini masih duduk sebagai joki tim Petronas SRT dan tahun depan akan pindah ke tim pabrikan Yamaha menggantikan Valentino Rossi. Ini adalah posisi yang sulit buatnya, tentu dia harus menurti apa yang telah menjadi kesepakatan dengan timnya saat ini di kontraknya.

Untuk kasus ini Razlan Razali angkat suara jika pembalapnya seharusnya masih tetap di timnya karena ia terikat kontrak dengan timnya untuk balapan selama satu musim. Kenapa Razlan angkat bicara karena timnya ini yang akan paling banyak di sorot dengan skenario jika tidak adanya balapan tahun ini. Posisi timnya serba sulit jika harus berhadapan dengan kasus seperti ini dimana dia akan mengalami kerugian jika memang pembalapnya tahun depan harus pindah ke tim lain.

BACA JUGA  Marc Marquez Mengakui Kalau Sudah Sebulan Tidak “Gituan”

“Kita harus mendiskusikan apa yang akan terjadi jika hal tersebut terjadi. “Kami ingin membatalkan tahun ini dan melanjutkan 2021 sebagai  pengganti musim 2020, dengan perjanjian yang sama. Saya pikir ini akan menjadi sesuatu yang sangat penting untuk diperjuangkan,” seperti dilansir dari blog resmi TMCBlog.com

Niat Razali adalah mempertahankan Quartararo di tim selama satu tahun lagi, seperti yang disyaratkan dalam kontraknya saat ini, dan efek lanjutannya tentu saja juga berimbas kepada Valentino Rossi di tim resmi Yamaha.

Skenario jika tidak ada balapan maka Rossi masih di tim Yamaha jika dia tidak pensiun. Foto: motogp.com

“Skenario kasus terburuknya adalah tidak ada kejuaraan sama sekali. Dalam hal itu, saya akan berasumsi bahwa pada tahun 2021 semua orang melanjutkan perjanjian untuk tahun 2020. Kami akan mendesak dan memperjuangkan Fabio untuk tetap bersama kami untuk tahun terakhirnya. Karena memang kami sangat yakin dengan perebutan titel juara dunia musim ini dengan Fabio,” lanjutnya.

BACA JUGA  Nasehat Dari Sesama Juara Dunia Kepada Valentino Rossi

Menarik tentunya jika situasi tersebut memang menjadi kenyataan. Khususnya bagi para penggemar Valentino Rossi tentu akan sangat senang melihat The Doctor masih akan menjadi joki pabrikan Yamaha musim depan dengan catatan kalau memang Vale belum menyatakan pensiun. Gimana menurut kalian, Ini hal yang bagus atau tidak?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here