Paolo Ciabatti: Semua Balapan Tergantung F1

Paolo Ciabatti. Foto: otosportif.com

Seorang Paolo Ciabatti, Direktur Olahraga Ducati Corse adalah salah satu orang yang paling sering mendapatkan permintaan untuk wawancara oleh banyak media. Dalam beberapa minggu saja dia sudah banyak melakukan sesi interview dengan topik yang berbeda-beda. Yang terakhir adalah wawancaranya di salah satu media luar tentang masa depan MotoGP dan Formula 1.

Dilansir dari paddock-gp.com, Cabiati mengatakan jika semua balapan di dunia ini saat ini sedang berada di titik terendah karena wabah corona yang menjangkiti hampir seluruh dunia. Namun dia menegaskan jika ajang balap Formula One (F1) bisa di gelar maka semua balapan akan bisa digelar dan mengikuti langkah F1. Yang ia khawatirkan hanya satu yakni penyebaran virus corona yang belum bisa dipastikan kapan bisa berhenti terutama di negaranya, Italia.

BACA JUGA  Pirro Curiga Honda Balas Dendam Kepada Lorenzo

Di Italia, kabar bagusnya ada sedikit pelambatan dalam penyebaran virus, jumlah korban juga menurun perlahan, hingga 27 Maret di Italia sudah ada 919 orang meninggal. Dan kemudian ada 727 korban lagi pada 1 April dan 760 pada 2 April. Di Prancis, jumlah kematian meningkat kemarin menjadi 1.385 yang menakutkan, termasuk 509 pada 1 April. Sebagai perbandingan di Cina, dengan populasi sekitar 1,3 miliar, maksimum 150 orang meninggal per hari. Prancis saat ini memiliki 83 kematian per juta penduduk dan Italia 230 (menurut angka di Speedweek.com).

Paolo Ciabatti yang bertanggung jawab atas 110 karyawan Ducati Corse di Borgo Panigale dan puluhan pekerja lepas yang hanya datang untuk pengujian dan balap Kejuaraan Dunia MotoGP dan Superbike ini tahu, bahwa pada tahun 2020, hanya program darurat yang dapat dilakukan. “Kita harus terus menerus melihat situasi dan kondisi. Memang memungkinkan untuk restart kejuaraan agar aman. Kemudian juga dapat memutuskan apakah harus ada larangan akses publik jika balapan hanya di Eropa, dan kemudian Anda akan berpikir tentang hal apa yang masuk akal untuk dapat mengatur jumlah balapan yang layak tahun ini,” tuturnya.

BACA JUGA  Upaya Yamaha Kejar Barisan Depan

“Hanya itu yang bisa kita katakan sejauh ini. Saya yakin bahwa Dorna dan FIM sedang memeriksa semua opsi yang memungkinkan. Tetapi bahkan mereka tidak dapat membuat keputusan saat ini, karena angka-angka bisnis sangat buruk di mana-mana. Di Amerika, situasinya justru lebih buruk. Beberapa minggu yang lalu, orang-orang dari negara-negara tertentu tidak dapat membayangkan bahwa skenario buruk yang sama dapat terjadi di negara mereka seperti di Italia,” tambah Ciabatti.

Ciabatti juga memantau situasi corona virus di Jepang, yang merupakan rumah bagi empat pemain utama di MotoGP dan SBK. Dan dia melihat situasi Kejuaraan Dunia Formula 1. “Karena Formula 1 adalah bisnis yang jauh lebih penting daripada MotoGP. Di sana, investasi pabrikan jauh lebih tinggi, biayanya beberapa kali lebih tinggi daripada anggaran MotoGP. Oleh karena itu jelas bahwa segera setelah Formula 1 memulai dan menyelenggarakan balapan Grand Prix nya, maka semua seri balapan (MotoGP khususnya) juga akan mengikuti. Kita semua berada di posisi yang sama sekarang,” tutupnya.

BACA JUGA  Era Kecerdasan Buatan (AI) Akan Segera Hadir di MotoGP

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here