Pembukaan MotoGP Bermasalah Bukan Kali ini Saja, Ini Daftarnya.

Sirkuit Qatar. Foto: motogp.com

Pembukaan seri MotoGP 2020 di Qatar di batalkan karena dampak dari virus Corona yang masih menjadi masalah utama di seluruh dunia. Tak hanya sektor bisnis, ekonomi, kesehatan, pariwisata namun dunia olah raga juga paling menderita dengan dampaknya. Apalagi bagi pecinta balapan MotoGP yang harus bersabar karena seri MotoGP harus dihapus dan tidak ditayangkan pada seri pembukanya di Qatar dan hanya menayangkan kelas Moto 2 dan Moto 3 saja.

Namun tahukah anda jika jadwal kelas MotoGP atau kelas utama yang bermasalah tersebut bukan pertama kalinya terjadi di ajang MotoGP Qatar. Banyak kejadian-kejadian force majeur yang membuat tayangan kelas MotoGP harus dibatalkan, ditunda dan juga bermasalah. Hal ini sudah berlangsung di tahun-tahun yang lalu sejak pertama kali balapan ini di gelar, jadi Qatar bukan yang pertama! Tahun 2009 bahkan akibat hujan deras balapan MotoGP Qatar yang berlangsung malam hari tersebut harus di bagi menjadi 2 hari dimana kelas MotoGP harus ditayangkan pada hari Seninnya.

BACA JUGA  Kenapa MotoGP Thailand Setelah Qatar, Night Race?

Pembatalan putaran pertama yang paling terkenal terjadi pada tahun 1980 ketika itu salju tebal tidak hanya menutupi sirkuit Salzburgring di Austria tetapi bahkan memblokir pintu masuk paddock. Setahun kemudian salju juga menyebabkan penundaan hari pertama latihan meskipun mencair dan Grand Prix akhirnya berjalan. Putaran pembukaan yang diusulkan pada tahun 1980 di Venezuela tahun itu telah dibatalkan karena masalah keuangan.

Jika di Qatar hanya kelas MotoGp yang di batalkan maka hal itu juga pernah di alami dimana kelas yang lebih kecil yang hanya ditayangkan tanpa ada kelas utama. Pada tahun 1982, sirkuit jalanan di Brno, Cekoslowakia dianggap terlalu berbahaya untuk mesin 500cc dan akhirnya hanya kelas yang lebih kecil – 350cc, 250cc, 125cc, 80cc dan Sidecar yang digelar.

Bukan hanya maslah alam saja yang pernah membuat kelas utama ini berantakan baik jadwal maupun gelarannya. Segi teknis dan hal lain juga banyak menjadikan gelaran ini terdampak. Ada beberapa kali para pembalap terkenal dulu di kelas 500cc yang menolak balapan dengan alasan keamanan. Akhirnya panitia tetap menayangkan balapan dengan mengumpulkan para pembalap privateer untuk berlaga di kelas tersebut. Pada tahun 1974 yang tidak terkenal bernama Edmund Czihak berhasil memenangkan Grand Prix Jerman 500cc di N├╝rburgring ketika para pembalap terkemuka, yang dipimpin oleh Phil Read dan Giacomo Agostini, menolak untuk balapan dengan alasan keselamatan karena banyaknya penghalang (barrier) Armco yang mengelilingi sirkuit.

BACA JUGA  Akhirnya Valentino Rossi Duel Dengan Marquez Minggu Ini

Lima tahun kemudian atau tahun 1979 pembalap yang juga tidak terlalu mempunyai nama di kelas raja tersebut yang bernama Dennis Ireland memenangkan Grand Prix 500cc-nya di sirkuit Spa Francorchamps ketika para pembalap top menolak untuk balapan di permukaan sirkuit yang terlalu licin. Kemudian ada pembalap asal Swiss, Michel Frutschi menang pada 1982 di Nogaro, Prancis ketika pembalap papan atas, dipimpin oleh Barry Sheene dan Kenny Roberts, menyatakan sirkuit itu terlalu berbahaya untuk motor 500cc.

Bahkan pada tahun 1989, Eddie Lawson hanya duduk di dinding pit lane di Misano memberi sinyal kepada pemenang Grand Prix 500cc, dan pembalap lokal, Pier Francesco Chili dengan jari tengah di setiap putaran lomba. Saat itu para pembalap top menolak untuk berkompetisi ulang dalam balapan setelah yang pertama dihentikan dengan alasan keamanan.

BACA JUGA  Suzuki Resmikan Tim MotoGP Musim 2020. Warna Baru Lebih Fresh

Namun kini masalah utama memang berbeda dengan beberapa masalah yang pernah terjadi sebelumnya. Jika pada masa lalu banyak di sebabkan oleh alasan teknis maka tahun ini memang masalah kesehatan yang bisa mengakibatkan kematian. Ini memang baru pertama kali di dunia balap terdampak gara-gara virus, dan semoga para pembalap Moto 2 dan Moto 3 yang besok  akan belaga tetap memberikan tontonan yang menarik. (Disadur dari tulisan blog Nick Harris, pemerhati MotoGP terkenal).

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here