Quartararo Masih Gugup Kalau Ketemu Idolanya, Siapa?

Fabio Quartararo . Foto: motogp.com

Fabio Quartararo sudah dipastikan akan menjadi pembalap pabrikan Yamaha tahun depan. Tapi hal pertama adalah bahwa dia memiliki tujuan yang tertunda sejak tahun lalu yakni untuk memenangkan balapan MotoGP pertamanya.

Fabio Quartararo saat ini sedang mempersiapkan untuk balapan pertama pada 19 Juli di Sirkuit Jerez-Ángel Nieto. Orang Prancis sangat bersemangat tentang untuk kembalai lagi ke sirkuit di Jerez yang rencananya akan digelar dua kali balapan.. “Bahkan jika itu tiga kali pun aku tidak masalah, bahkan menurutku itu akan menyenangkan. Memang awalnya akan aneh tapi aku siap, saat ini aku tidak bisa mengendarai sepeda motor jadi aku hanya melakukan latihan fisik,” ungkapnya pada wawancara di GPOne.com.

Valentino Rossi dan Fabio Quartararo. Foto: motogp.com

Setelah melakukan debut yang sangat gemilang musim lalu kini ‘El Diablo’ akan memulai musim kedua dan terakhirnya di Petronas Yamaha. Terlepas dari kenyataan bahwa, di tahun rookie-nya, Quartararo telah menunjukkan dirinya sangat menguasai motor Yamaha M1 namun dia mengakui bahwa itu bukan motor yang mudah untuk dikendarai. “Saya pikir tidak ada motor yang mudah dikendarai. Itu tergantung pada gaya mengemudi masing-masing, karena ada banyak pembalap yang memiliki masalah dengan Yamah,” ungkap rider yang juga punya darah dari Sisilia, Itali ini.

BACA JUGA  Bagnaia Protes Karena Tidak Bisa Berlatih Dengan Rossi

Berkat hasil yang sangat bagus musim lalu tak heran jika dia banyak diinginkan oleh tim-tim lain. Bahkan penawaran juga sempat datang dari pabrikan Ducati untuk meminangnya. Namun, akhirnya pembalap bernomer start ’20’ itu tetap memutuskan untuk tetap di Yamaha. “Tahun lalu saya merasa sangat nyaman di Yamaha, dan faktanya saya memiliki motor dengan spek pabrikan tahun ini, meskipun tidak berada di tim pabrikan tapi tetap meyakinkan saya untuk bersama dengan proyek Yamaha,” tambahnya.

Namun, keputusan untuk tetap bergabung di tim pabrikan Yamaha menyebabkan Valentino Rossi harus meninggalkan timnya yang sudah dibelanya selama satu dekade ini. “Hubungan saya dan Vale sangat bagus, tetapi saya masih merasa aneh saat berbicara kepada Vale karena saya berbicara dengan idola saya, itulah sebabnya saya selalu sedikit gugup kalau bertemu dia. Saya ingat pertama kali  yang saya lakukan di Qatar FP1 adalah melakukan beberapa putaran dengannya. Saya bisa sering melihat datanya, itu sangat istimewa bagi saya,” ungkap pembalap yang berasal dari kota Nice ini.

BACA JUGA  Mantan Marc Marquez Marah-Marah Karena Merasa Tidak Dihargai

Tahun ini akan ada tiga pembalap Rookie seperti Álex Márquez, Brad Binder atau Iker Lecuona. Dan Quartararo telah memiliki pengalaman balapan dengan Alex saat di kelas yang lebih rendah sebelumnya, sehingga ia bisa menyoroti performa adik Marquez tersebut. “Álex telah memenangkan dua Kejuaraan Dunia dan kita harus melihat bagaimana dia akan beradaptasi dengan motor MotoGP, meskipun dia sudah dua kali ikut tes resmi. Kita akan lihat nanti setelah dua seri maka kita akan memahami levelnya seberapa,” lanjut Quartararo.

Soal persaingan dengan Marc Marwquez yang beberapa kali sempat duel dia mengaku sudah banyak belajar. Terlepas dari kenyataan bahwa tahun lalu kedua pembalap saling berhadapan lebih dari satu kali dan ‘El Diablo’ masih agak kesusahan untuk mengalahkan Marquez. “Jika saya tahu rahasianya, saya pasti sudah memenangkan perlombaan. Saya pikir saya kurang pengalaman, karena 2019 adalah musim pertama saya di MotoGP. Sekarang saya sudah memilikinya, saya tidak mengatakan bahwa akan lebih mudah untuk mengalahkan Marquez, tetapi mungkin musim ini akan lebih mudah untuk melakukannya, saya masih harus bekerja keras untuk meningkatkannya,” jawab Fabio.

BACA JUGA  Alex Marquez Harus Lepas Dari Bayang-Bayang Kakaknya 
Foto: motogp.com

Fabio juga menyoroti para pesaing Marquez salah satunya adalah Andrea Dovizioso yang sering kali terlibat duel panas dan sering membuat Marquez kesulitan. “Yang membuat aneh adalah bahwa Dovizioso tidak dianggap sebagai saingan langsung Márquez. Padahal dalam beberapa tahun terakhir ia selalu berada di urutan kedua di Kejuaraan Dunia. Bagi saya, ini adalah sesuatu yang seharusnya membuat anda berpikir lagi karena orang tidak menganggapnya pembalap yang hebat. Dia dan Marc adalah satu-satunya yang benar-benar mengesankan saya di trek. Ketika anda mengikuti Dovi, anda tampaknya berjalan sepuluh detik lebih lambat, padahal sebaliknya anda sudah melaju sangat cepat,” tuturnya.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here