Rossi dan Marquez Belum Berdamai, Benarkah? Ini Kata Petinggi MotoGP

Valentino Rossi dan Marc Marquez tidak masuk 100 atlit terkaya. Foto: motogp.com

Masih ingat kan peristiwa musim balap MotoGP tahun 2015 yang melibatkan Valentino Rossi dan Marc Marquez. Ya, dua pesaing utama itu selama satu musim sering ribut baik itu di lintasan balap maupun di luar sirkuit. Pecahnya hubungan baik dan kongsi antara keduanya di sebabkan seringnya berseteru di lintasan balap hingga menular ke bisnis lain yang di bangun bersama.

Sempat menjadi sahabat dan menjalin bisnis bersama

Kita flashback dulu tahun 2013 dimana Marquez masih menjadi pendatang baru di kelas MotoGP. Tahun itu Marquez menjadi rookie dan sanggup mengambil tahta juara dunia sebuah rekor yang fantastis. Moncernya penampilan Marquez ini juga membawa banyak masalah terhadap Valentino Rossi. Gaya agresif yang di tampilkan Marquez khususnya di sirkuit Laguna Seca Amerika menjadi awal kisah perseteruan dua rider yang awalnya sohiban ini. Banyak yang mengatakan jika maneuver Marquez persis sama yang di lakukan Rossi saat bertarung dengan Casey Stoner beberapa tahun sebelumnya.

Kejadian spektakuler di Laguna Seca awal dari semua keributan. Foto: crash.net

Kisah awal di tahun 2013 tersebut ternyata membawa api dalam sekam untuk hubungan keduanya. Sadar mereka adalah public figure keributan keduanya malah menjadi bumbu manis dan pemikat penonton untuk menyaksikan “perkelahian” keduanya selama musim balap 2015. Tahun itu di sirkuit Argentina pemilik no start 46 dan 93 bersaing sengit untuk mendapatkan posisi pertama. Sejak pertengahan lap sudah saling senggol dan harapan penonton sangat ingin terjadi clash diantara keduanya. Dan hal itu terjadi dimana menjelang lap-lap akhir Marquez terjatuh karena ban depan tersenggol bagian belakang motor Rossi ketika mau masuk tikungan kekiri. Petarungan yang sangat sengit itu akhirnya di menangkan oleh Rossi dan membawa banyak masalah di kemudian hari bahkan De Ja Vu di tahun 2018 hanya saja yang terjatuh adalah Rossi.

BACA JUGA  Marquez dan Rossi Tidak Masuk 100 Atlit Terkaya Versi Forbes
GP Belanda, Motocross ala Rossi

Perseteruan kembali sengit ketika GP Assen Belanda ditahun yang sama. Keduanya kembali terlibat Clash di lap terakhir dimana ketika Marquez mencoba mengambil jalur untuk keluar pertama saat tikungan akhir malah bersenggolan dengan motor Rossi yang menyebabkan keluar lintasan. Hasilnya balap ala Motocross yang di perlihatkan Rossi saat keluar lintasan justru menguntungkan karena bisa finish pertama dimana Marques justru harus melewati dua jalur lagi. Ini sempat di protes Marquez dan berharap Rossi dapat pinalti namun keputusan tetap di tangan Rossi sebagai pemenang.

 

Baca Juga: https://otosportif.com/valentino-rossi-singa-tua-yang-akan-terus-menjadi-idola/

Puncak dari segalanya adalah ketika balap di Sepang Malaysia di tahun tersebut. Sebenarnya sudah mulai panas sejak seri sebelumnya di Australia. Posisi Rossi yang masih mengejar perolehan poin untuk tetap membuka peluang sebagai juara dunia harus berjibaku dengan Marquez yang memang sudah tidak berpeluang juara dunia. Rossi merasa dirinya di halang-halangi oleh Marquez dan di permainkan sementara seharusnya Marquez bisa meninggalkannya lebih mudah. Emosi pun tersulut dimana ruang gerak Rossi yang sering ditutup di setiap tikungan maupun jalur lurus. Rossi datang untuk mengingatkan Marquez di salah satu tukungan namun Marquez maju dan terlibat bentrok fisik hingga akhirnya Marquez terjatuh.

BACA JUGA  Jorge Lorenzo Tidak Diijinkan Balapan Tahun Ini, Para Wild Card Merana
Gambar yang menyejukkan

Hasilnya Rossi mendapatkan hukuman pinalti di seri berikutnya atau di seri Valencia dimana dia harus start di urutan belekang. Petisi dari para fans pun juga sempat menghiasi dunia maya untuk menghapus hukuman tersebut demi kelancaran Rossi untuk menggapai juara lagi, tapi hukuman tetap di berlakukan dan tahun itu Jorge Lorenzo lah yang menjadi juara dunia. Perseteruan tak berhenti di tahun 2015 saja bahkan hingga musim-musim balap selanjutnya masih terjadi clash meski tidak terlalu sesering musim sebelumnya. Terbaru tentu saat musim 2019 lalu saat kualifikasi di GP San Marino mereka bersenggolan di tikungan dan telunjuk terlarang pun sempat teracung diantara keduanya.

Tonton Video Rossi Ke Jakarta 2020: https://youtu.be/BtYX1GG9WJA

Hingga saat ini masalah diantara keduanya sepertinya hanya dingin di permukaan saja masih ada api membara diantara keduanya bahkan merembet hingga ke masing-masing fans tak terkecuali di Indonesia. Tak akan ramai dunia maya dan medsos tanpa saling ejek diantara para die harder. Bahasa sopan hingga kasar memenuhi meme meme yang beredar di media sosial. Itulah salah satu bumbu moncernya gelaran MotoGP yang terbukti berhasil mengambil hati para fans dan penonton hingga berlanjut di dunia media sosial.

BACA JUGA  Adu Kreatifitas CustoMAXI x YAMAHA Heritage Built 2020
Adakah pertarungan seru di tahun 2020 antara keduanya?

Nah belum lama ini sang bos besar atau CEO Dorna selaku penyelenggara MotoGP sempat memberikan keterangan saat di wawancara oleh gpone.com tentang belum selesainya kekisruhan diantara kedua pembalap paling terkenal di dunia tersebut. Carmelo Ezpeleta memang menyatakan jika permasalahan sudah selesai khususnya yang terjadi di 2015 lalu namun dia tidak yakin dengan kaadaan sesungguhnya diantara keduanya.

“Seacara umum masalah tersebut sudah selesai namun saya tidak yakin sepenuhnya berakhir. Di beberapa kesempatan saat pertemuan di Grand Prix saya merasakan sendiri meski saya bukan mereka. Terlihat nyata diantara keduanya kalau memang mereka belum seutuhnya berdamai,” kata Ezpeleta.

Carmelo ezpeleta, CEO Dorna

Nah semakin jelas kan, orang nomer satu di MotoGP saja tidak yakin kalau Valentino Rossi dan Marc Marquez bisa berdamai. Tentu itu adalah urusan personal masing-masing tanpa bisa dicampuri orang sekelas Ezpeleta sekalipun. Yang jelas secara resmi mereka berdamai urusan hati siapa yang tahu. Well, itulah kondisi sebenarnya yang terjadi diantara 46 dan 93, jadi jika hingga saat ini masih banyak perseteruan diantara fans itu tidak bisa dihindari, karena itulah yang membuat MotoGP menarik dan menjadi salah satu tontonan kelas wahid. Harus banyak drama baik di lintasan maupun di luar sana, Tinggal bagaimana kita menyikapinya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here