Rossi: Pensiun, Kenapa Tidak? (Bagian 2 Habis)

Foto kunjungan Rossi di Jakarta 2020. Foto: otosportif.com

Banyak berita spekulasi yang beredar jika Valentino Rossi di prediksi akan balap dengan timnya sendiri di kelas MotoGP yakni tim SKY Racing Team VR46. Namun sepertinya hal itu belum terjawab dengan benar meski dari mulut Rossi sendiri. “Akan banyak opsi bagus nantinya untukku. Memang akan menyenangkan sekali jika bisa bikin dan bermain dengan tim sendiri namun biayanya tidak murah dan butuh dana yang besar sekali, bahkan butuh effort yang banyak jika punya tim di MotoGP itu. Lebih baik ke Petronas,” tegas Rossi dalam Interview dan buka-bukaan bareng Rossi di lansir dari situs GPone.com.

Keputusannya untuk pensiun atau tetap balapan memang belum di putuskan setidaknya hingga pertengahan musim ketika libur musim panas. Di masa itu Rossi akan melihat perkembangan yang ada baik itu dari dirinya ataupun di atmosfer MotoGP sendiri. Dia mengaku butuh pemikiran yang dalam dan benar-benar butuh waktu untuk itu, yang jelas dia harus merasakannya. Masa pensiun memang seperti lubang hitam bisa dihindari atau justru masuk ke dalam. Bahkan rumor mengatakan jika tahun 2021 kemungkinannya untuk berkolaborasi dengan adiknya, Luca Marini dalam satu tim.

BACA JUGA  Argentina Terancam Bangkrut Bagaimana Nasib MotoGP

“Saya lebih memilih Morbidelli kayaknya,” canda Rossi sambil tertawa. “Yang jelas saya juga mendengar jika akan di pasangkan dengan Lorenzo dimana sangat menyenangkan sekali ketika dia kembali lagi. Tapi ada Franco Morbidelli yang sangat bagus dan tetap konsisten meskipun selama ini dia kalah pamor dengan Fabio. Franco memang layak dibandingkan orang lain,” ungkapnya.

Menyinggung kedatangan Lorenzo di tim Yamaha sebagai test rider memang bukan hal yang mengejutkan buat Rossi. Tidak banyak yang tahu jika salah satu inisiator mengajak Lorenzo bergabung adalah Valentino Rossi sendiri. Jelas terlihat disini Rossi bisa melihat peluang ketika Lorenzo sudah bebas tidak terikat dengan siapapun dan hanya Lorenzo lah yang mengerti banyak tentang motor Yamaha selain Rossi.

BACA JUGA  Wilco Zeelenberg: Yamaha Tidak Butuh Motor Yang Hanya Kencang di Lintasan Lurus

“Saya secara pribadi yang menginginkan Lorenzo untuk bergabung di tim ini. Saya bicara dengan Lin Jarvis untuk secepatnya mengontak dan fokus pada Lorenzo untuk menjadi bagian dalam tim. Memang beberapa orang ada yang menyangsikan performanya pada musim lalu dimana dia ada masalah dengan motor Honda. Tapi pada akhirnya kita tahu bagaimana kompetitifnya dia selama ini. Untuk masa sekarang ini sangat penting mempunyai pembalap bagus dan cepat namun bisa memberikan informasi akurat untuk pengembangan motor dan Lorenzo adalah salah satunya,” tandasnya.

Terakhir adalah komitmen dia untuk tetap balapan atau akan memutuskan pensiun di 2021 dimana kemungkinan besar Rossi masih bisa bersaing dengan para rider muda. Bahkan dia juga menekankan bagaimana sulitnya menjadi sorang Valentino Rossi sebagai pembalap di MotoGP. Semua hal yang ia lakukan tidak mudah dan butuh konsistensi, logika, keseriusan, loyalitas pada pekerjaan dan lain-lain.

“Balapan saat kau menjadi seorang Valentino Rossi adalah sangat tertekan dan menyakitkan. Ketika kau adalah Rossi kau akan menderita dan tertekan sejak hari kamis hingga hari minggu. Kau akan memikirkan banyak hal selaih balap diantara komitmen, fans, dan berbagai hal lain. Kau tidak akan bebas pergi bahkan untuk keluar dari paddock sekalipun. Satu hal yang tetap membuatku nyaman adalah naik motor,” lanjut Rossi.

BACA JUGA  Valentino Rossi Ceritakan Masa Depannya Ke Christian Vieri

Ada juga anggapan dimana lebih baik berhenti atau pensiun ketika sedang bagus-bagusnya. Bahkan Rossi pun bisa melakukan hal tersebut, pensiun ketika dia masih sangat kompetitif dan cepat. “Tentu saja kenapa tidak, akan lebih bagus untuk cepat dan kemudian berhenti. Saya sekarang sadar jika saya akan selalu merindukan motogp. Menjadi tercepat memang memberiku kepuasan, jika saya tetap meneruskannya tentu akan banyak hal yang complicated. Tapi menurutku menentukan keputusan sekarang adalah hal yang bodoh, jika ikut dalam bursa transfer yang masih awal ini. Tapi itulah MotoGP dimana semua harus ikut aturan main,” tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here