Rossi: Saya Tidak Merasa Dikhianati Yamaha, Keputusan Mereka Tepat. (Bag 1)

Belum bisa menyamai rekor Valentino Rossi Foto: otosportif.com

Awal tahun 2020 memang banyak cerita tentunya yang berkaitan dengan MotoGP. Mulai dari kepindahan ke Alex Marqeuz ke tim utama Honda, Quartararo Yamaha Factory tahun 2021, Jorge Lorenzo jadi test rider Yamaha, hingga yang terheboh adalah tidak diperpanjangnya kontrak Valentino Rossi di tim Yamaha Factory.

Sebenarnya kalau fans yang teliti mampu membaca langkah yang diambil oleh Yamaha sebagai hal yang paling masuk akal. Tentu tanpa mengecilkan peran dan kontribusi Vale di tim Yamaha selama 15 tahun tersebut. Keputusan The Doctor untuk menunda perpanjangan kontrak adalah pilihan dia namun buat Yamaha hal itu akan menjadi masalah besar ketika para Rider muda nya sudah banyak dilirik oleh tim pabrikan lain, seperti Ducati contohnya.

Keputusan Yamaha menarik kontrak untuk Rossi dan menyerahkan kepada Quartararo adalah tepat dmi masa depan Yamaha sendiri. Dengan pasangan rider muda mereka yakin bahwa kekuatan mereka akan lebih baik lagi. Namun kepergian atau penghentian kontrak The Doctor dari Yamaha membuat banyak spekulasi yang menyebutkan jika Yamaha tak tahu diri membuang Rossi. Well, jika pemikiran banyak fans dan pecinta MotoGP seperti itu sebenarnya kurang tepat juga, ingat Yamaha sudah menawari kontrak buat Rossi namun memang Vale belum bisa menjawab. Ada sebuah balapan waktu disini disisi lain Yamaha juga tidak mau kehilangan potensi muda mereka. Apakah Yamaha mengkhianati Rossi?

BACA JUGA  Superior di WSBK Tapi Kawasaki Ogah Balik ke MotoGP, Kenapa?

“Saya tidak pernah merasa di khianati oleh Yamaha soal keputusan mereka. Mungkin kalau Yamaha tidak menawari saya dengan dukungan motor pabrikan mungkin beda ceritanya. Saya memang masih sulit untuk memutuskan, saya akan selalu merindukan MotoGP tapi jika saya ingin lanjut saya harus bisa lebih cepat lagi,” ungkap Vale seperti dilansir dari situs GPone.com.

“Keputusan Yamaha untuk segera mencari pembalap baru dan muda adalah langkah untuk menentukan masa depan mereka. Saya masih butuh waktu untuk memutuskan karena jika saya terus lanjut tapi tidak kompetitif jelas akan percuma. Tidak hanya berlaku di MotoGP namun juga olah raga yang lain. Tapi jika memang akan terus balapan, konsekuensinya adalah saya harus merelakan 85 % waktu saya selama semusim untuk mengikuti balap seperti ini. Akan menjadi sulit jika kita sudah tidak muda lagi tentunya. Bagaimanapun saya tetap bertanya kepada Yamaha apakah tetap support saya jika saya akan terus balapan dan mereka menjawab iya. Target utama adalah tetap balapan di 2021 dan salah satu yang paling memungkinkan tentu saja tim Petronas karena mereka yang mempunyai standar yang sama dengan tim pabrikan Yamaha, jadi tidak akan ada bedanya,” lanjutnya.

BACA JUGA  Yamaha vs Ducati, Skor 2-0 Untuk Yamaha. Tapi Ducati Klaim Masih Punya Stok Pembalap Cepat

Tentang kontrak bersama Yamaha yang selalu di inginkan oleh Rossi pun cukup setahun dan akan diperbarui setahun kemudian. Ini dirasa paling masuk akal karena banyak rider MotoGP juga tahu akan hal tersebut. Dan apakah Rossi akan butuh penyesuaian lagi dan tim baru lagi jika dia akan bergabung dengan petronas? “Sampai saat ini belum ada keputusan dan komitmen semua, tergantung dari Fabio Quartararo tahun ini soal dia akan mengevaluasi timnya. Jika kamu merubah sesuatu semuanya akan bisa berubah, tapi hingga saat ini memang belum ada keputusan. Yang terpenting adalah Yamaha masih percaya dengan saya dan akan tetap memberi dukungan yangb maksimal,” tambahnya.

BACA JUGA  Aprilia Berencana Membikin Tim Satelit MotoGP Musim 2022

Menyinggung tentang sepak terjang Fabio Qurtararo, Rossi melihat jika pembalap muda ini memang sangat bertalenta dan salah satu yang terbaik. Bahkan Vale sangat mendukung Yamaha jika memang penggantinya adalah Quartararo. “Quartararo adalah pembalap yang bagus dan di tahun pertamanya juga sangat impresif, jadi Yamaha memang sangat tepat merekrut dia. Fabio sangat kompetitif dan pembalap yang paling bisa melayani Honda dengan pembalap sekelas Marquez. Fabio sering finish kedua jika bertarung dengan Marquez dan saya ingat betul ketika penampilannya mengesankan saat di Valencia dan Thailand musim kemarin. Karena akan sulit bertarung dengan Marquez dan tidak akan pernah mudah tapi Fabio bisa,” jawabnya. Bersambung…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here