Sinetron Valentino Rossi dan Bos Tim Petronas Berlanjut, Beredar Tampilan Motornya Tahun Depan di Medsos

Tampilan Motor Rossi tahun depan yang beredar di medsos. Foto: Corsedimoto

OTOSPORTIF – Jika mendengarkan komentar dari Razlan kemarin maka rasanya akan sulit dipercaya. Sebenarnya, dialog antara Yamaha dan Rossi berlanjut dengan tenang, sampai adanya kesepakatan akhir beberapa hari yang lalu.

Rupanya Razlan Razali ingin menunjukkan sedikit peranan dalam hal ini sebagai pucuk pimpinan tim yang ikut di kelas Moto3, Moto2 dan MotoGP. Tapi faktanya keputusan tentang pembalap adalah ditangan Yamaha dan bukan orang lain (kontrak pabrikan dengan tim satelit biasanya seperti itu).

Hanya dalam beberapa jam terakhir setelah adanya berita soal Rossi, dia langsung menyangkal jika sudah ada penandatanganan untuk tim Petronas, mungkin dia ingin yang pertama memberikan pengumuman karena dia pemilik tim.

Sepertinya kedatangan Valentino Rossi di tim satelit ini bakal mendatangkan banyak pertanyaan. Sementara itu, YZR-M1 dengan livery satelit dan nomor kuning # 46 sudah bertebaran di jejaring sosial.

Pangkal Masalah

BACA JUGA  Morbidelli Ingin Sekali Mengalahkan Valentino Rossi

Belum juga resmi balapan tapi Valentino Rossi tampaknya menciptakan banyak masalah di dalam tim Petronas Yamaha SRT. Akankah Razlan Razali dapat mengatur sang juara dunia 9 kali itu?

Sudahkah Valentino Rossi secara resmi terdaftar untuk Petronas Yamaha SRT? Jawabannya mungkin iya, tetapi manajer tim Razlan Razali ingin terus bermain tarik ulur soal ini.

Permainan Tarik tambang ini telah berlangsung selama berbulan-bulan, dengan banyak nada sarkastik, penolakan dan sindiran. Dari sisi Valentino Rossi pernah mengatakan jika dirinya hanya bicara pada Yamaha bukan yang lain. “Untuk saat ini saya berbicara dengan Yamaha,” kata Rossi saat itu.

Pastinya adalah bahwa Yamaha yang memutuskan semua susunan pembalap di tim satelit, membayar upah mereka maupun memutuskan kontrak. Nah rupanya kali ini Manajer asal Malaysia ini ingin sekali menjadi pusat perhatian dan dianggap penting. Tapi jika Anda berhadapan dengan tim VR46 maka yang ada dia akan kerepotan sendiri.

BACA JUGA  Fabio Quartararo Pernah Nunggu 2 Jam Untuk Berfoto Dengan Rossi

Awal Perseteruan
Maret lalu, manajer tim Petronas Yamaha SRT ini mendesak Rossi untuk segera mengadakan jalinan kontak. “Saya terus memeriksa ponsel saya setiap hari dan sejauh ini saya belum melihat apa pun! Saya harap setidaknya Valentino akan mengirim WhatsApp atau semacamnya,” ungkapnya dibeberapa media.

Sebulan kemudian dia menakut-nakuti jika dia ingin agar Xavi Vierge menggantikan posisi Fabio Quartararo, dan harus ditetapkan akhir akhir Juli sebagai tenggat waktu untuk membuat keputusan.

Pesan terenkripsi jarak jauh tersebut di tujukan untuk Valentino Rossi dan untuk manajemen puncak Yamaha, dia mencoba untuk menggertak keduanya.
Namun ketika musim MotoGP masih dalam masa keraguan serius dan berisiko ada pembatalan, Razali mengklaim pemutusan kontrak antara pebalap Perancis dan tim pabrik agar Fabio bisa tetap di timnya. Tapi permintaan segera ditolak oleh Meregalli dan Jarvis yang mewakili tim pabrikan Yamaha.

BACA JUGA  Rossi Dan Petronas Akan Bicara Kontrak Minggu Ini?

Tapi sinetron antara manajer asal Malaysia ini dan The Doctor masih belum berakhir. Dia ingin jika Rossi dating hanya boleh membawa satu atau dua teknisi VR46 di garasi Petronas sebagai syaratnya.

Razlan Razali tidak bisa mengatakan dia bersedia untuk merubah tim teknis untuk Valentino Rossi. Mungkin pada titik ini adalah adanya keterlambatan pengumuman resmi atau tanda tangan.

“Suka atau tidak, dia keluar dari tim pabrikan, dia tidak bisa pergi ke tim pabrik lain selama setahun. Dia tidak punya pilihan selain datang kepada kita,” katanya bulan Mei lalu.
Mungkin itu memang benar, tetapi ketika itu diucapkan oleh seorang manajer tim maka rasanya kurang elok. Jika dia lebih memilih diam akan lebih bijaksana dan lebih menguntungkan.

Kita tunggu kelanjutan sinetron ini…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here