Sirkuit Sentul Bersiap Diri untuk Menggelar Balap dengan Normal Baru

Balap Motor di Sentul. Foto: otosportif.com

OTOSPORTIF – Balap di Indonesia sudah absen cukup lama, setidaknya setelah ada pendemi Covid-19 yang melanda tanah air. Sirkuit Internasional Sentul lama tak digunakan namun sudah bersiap diri menjadi tuan rumah balapan dengan Normal Baru.

Semua event olahraga termasuk balap berhenti total dan bahkan hingga saat ini belum ada balapan sekelas Kejurnas yang bisa digelar. Sirkuit Sentul menjadi sorotan utama karena di sanalah event-event bergengsi banyak digelar.

Kejuaraan balap bobil maupun motor kiblatnya adalah di Sentul dan tentu saja sirkuit kebanggaan Indonesia tersebut masih menjadi tolok ukur sebuah kegiatan balap seharusnya. Kini dengan tetap mengikuti aturan dan anjuran pemerintah Sirkuit Sentul sedang menyiapkan diri kembali, tentunya dengan cara berbeda dari biasanya.

“Kami sudah siap menggelar balapan di Sentul. Beberapa promotor juga sudah menghubungi kami untuk bisa segera menggunakan Sentul untuk acara mereka. Tapi kami juga menunggu aturan dari IMI pusat dan juga dari pemerintah atau otoritas setempat dalam hal ini wilayah Bogor atau Jawa Barat,” buka Lola Moenek, GM Sentul International Circuit.

BACA JUGA  SPBU PERTAMINA DISEMPROT DESINFEKTAN, PERLINDUNGAN KE KONSUMEN

Tentu saja aturan dan kewajiban dengan cara yang berbeda akan diberlakukan mengingat olahraga balap melibatkan cukup banyak orang. Untuk menjadi acuan dan contoh sebenarnya bisa melihat apa yang akan dilakukan oleh balap MotoGP, dimana protokol kesehatan ketat akan diberlakukan.

Balap di Indonesia sendiri memang sepertinya akan segera dimulai tinggal menunggu lampu hijau dari PP IMI dan tentu saja Kemenpora. Sepakbola Liga 1 Nasional akan bisa dimulai pada bulan Oktober, tentu kalau cabang otomotif yang tidak banyak bersinggungan secara fisik seharusnya bisa dimulai sebelum itu, Juli atau Agustus harapan banyak pihak insan otomotif.

Lalu bagaimana cara penerapan aturan balapan dengan situasi dan kondisi seperti ini. Sebelum melebar kemana-mana kita ambil contoh saja dari pihak sirkuit Sentul yang sudah siap dengan tempatnya. Melalui sambungan telefon, pihak Sentul yang diwakili oleh Lola akan secara tegas memberlakukan protokol kesehatan di wilayahnya.

“Kami sudah siap dengan aturan protokol kesehatan di area Sentul. Yang jelas proteksi kesehatan adalah kesadaran masing-masing tetapi kita ada aturan yang juga harus di taati. Misalnya setiap orang yang ada di Sirkuit Sentul harus menggunakan alat pelindung diri seperti masker mulut, penutup muka dan juga hand sanitizer,” kata Lola.

BACA JUGA  SUZUKI TANGGAPI BEREDARNYA INFORMASI HOAX TERKAIT PROGRAM ‘SUZUKI PEDULI COVID’

“Kami tak segan-segan untuk menegur atau mengeluarkan orang-orang yang tidak patuh dengan aturan ini. Kita juga akan berlakukan denda bagi para pelanggar dan itu cukup mahal, bisa 500 ribu. Bukan kita mau uangnya namun agar mereka tetap patuh dan mentaati peraturan yang ada,. Kami tak ingin sirkuit Sentul menjadi klaster baru penularan virus Covid-19 ini, makanya aturan protokol kesehatan akan kita lakukan secara ketat,” tambahnya.

Selain keamanan untuk kesehatan manusia, pihak Sentul juga akan tetap membuka fasilitas yang ada. Bahkan mereka juga akan menyediakan tempat penjualan alat kesehatan pribadi tersebut di area Sentul. Namun yang jelas pelaku balap dan komunitasnya bisa secara sadar membawa masing-masing peralatan kesehatan.

“Klinik kesehatan yang kami punya sudah siap untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Kami juga akan bekerjasama dengan pihak Rumah Sakit rujukan pemerintah daerah yang ada di Bogor jika ada yang terdeteksi Covid-19,” ungkapnya.

BACA JUGA  Pabrikan Setuju Jika Ada Tes Lagi Sebelum MotoGP Mulai

Lola juga menggaris bawahi jika semua yang akan masuk ke sirkuit akan menjalani prosedur kesehatan seperti yang umum dilakukan selama masa pendemi ini. Salah satunya dengan pengecekan suhu lewat alat tembak ukur suhu di pintu masuk Sentul.

“Saat semua masuk harus dicek suhu tubuhnya dan kelengkapan alat proteksi dirinya, seperti pembersih tangan, masker dan lain-lain. Yang jelas balapan tidak boleh ada penonton umum atau balapan tertutup. Kita juga akan atur nantinya bagaimana protokol kesehatan di paddock,” kata wanita paling energik di Sentul ini.

Selain protokol kesehatan yang harus di lakukan dengan baik, pihak Sentul juga telah membuat cara bagaimana agar para pembalap dan official yang terlibat tidak banyak menjalani kontak secara langsung.

“Sudah ada beberapa event balap yang telah menghubungi kita namun kita juga masih menunggu persetujuan dari otoritas berwenang dalam hal ini Kabupaten Bogor. Kalau memang nantinya Bogor sudah berakhir masa PSBB nya maka kemungkinan besar kegiatan balap bisa dimulai lagi. Kita akan update terus perkembangannya,” Lola menjelaskan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here