Tarik Ulur Valentino Rossi dan Bos Petronas Belum Berakhir

Razlan Razali, Carmelo dan Valentino Rossi. Foto: motogp.com

Tarik ulur kesepakatan antara Valentino Rossi dan bos Petronas SRT, Razlan Razali masih belum menemui akhir. Keduanya masih tetap belum berbicara dan menjadikan suasana tidak terlalu bersahabat.

Valentino Rossi akhirnya bisa tersenyum setelah melakukan latihan di trek Misano, setelah dua bulan terkunci di vilanya di Tavullia. Dia tidak pernah kehilangan senyum, dalam menahan tekanan selama ini. Dan Rossi akan membutuhkan banyak kepribadian yang selama ini terkenal tidak mudah marah meski di konfrontasi oleh Razlan Razali. ‘Pernikahan’ mereka memang tidak mudah, dan sejak hari pertama Rossi sepertinya bukan pilihan pertama bagi tim Malaysia ini.

Awalnya, Razali memamerkan kutipan dari kontrak Fabio Quartararo jika musim MotoGP dibatalkan maka Fabio tetap berada ditimnya. Dia selalu menggarisbawahi bahwa peran tim satelit adalah untuk penemuan bakat, dan dia bahkan mengusulkan nama Xavi Vierge sebagai teman Franco Morbidelli berikutnya. Razali selalu berbicara tentang “pro dan kontra” soal kedatangan Valentino Rossi. Petronas SRT telah tergila-gila dengan hasil Fabio Quartararo, namun tanpa mempertimbangkan bahwa Fabio adalah fenomena langka dan hanya sesekali muncul untuk kelas pemula. Razali ingin membidik gelar juara dunia pada tahun 2020, dengan seorang pembalap yang masih harus memenangkan kemenangan MotoGP pertamanya (Fabio). Kesannya adalah bahwa tim ini ingin memperhitungkan gelar tanpa melihat adanya Marc Marquez, Maverick Vinales, Andrea Dovizioso.

BACA JUGA  Valentino Rossi dan Maverick Vinales Turing Tipis Bareng Fans

Mantan CEO sirkuit Sepang ini tidak pernah menunjukkan antusiasme terhadap kedatangan Rossi. Dia berulang kali meminta pertemuan jarak jauh dengan Valentino Rossi tanpa menerima terlalu banyak kepuasan. Baru-baru ini Rossi menjelaskan bahwa dia saat ini saya berbicara dengan Yamaha dan Jarvis. Jaminan harus datang dari Iwata (markas Yamaha), dengan Petronas Rossi hanya akan membicarakan detailnya. Namun Razali telah mencoba untuk mempercepat waktunya, tetapi mungkin tidak akan ada kesepakatan sampai Juli. Akhirnya, ia memberikan jawab kalau hanya maksimum ada dua staf setia VR46 (Munoz dan Flamigni) yang akan diizinkan bergabung. Selebihnya tidak berubah.

Sampai akhirnya Razali memberikan pernyataan pedasnya. “Valentino Rossi sudah tua dan tidak memiliki alternatif”. Untuk alasan inilah yang bisa menjadi penyebab kerjasama tidak berjalan baik. Dengan cara Razali menarik tali dengan kencang maka itu bisa putus. Yamaha harus turun tangan soal ini, karena Yamaha yang telah menciptakan kondisi untuk situasi yang sulit ini. Dan Dorna, juga tahu kualitas “pemasaran” dari seorang veteran bernama Valentino Rossi. Tentu bukan cara yang baik seperti itu, untuk mencoba menyapa sang legenda yang telah memberikan popularitas kepada MotoGP.

BACA JUGA  Bersaing Dilintasan Bersama Rossi Itu Rasanya Beda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here