Tiga Puluh Tahun Perjalanan Tim Tech3 di MotoGP

Tim Red Bull KTM Tech3 2020. Foto: facebook/Red Bull KTM Tech3

Pada tahun 2020 ini, Suzuki memiliki hal-hal untuk dirayakan seperti keterlibatannya selama 60 tahun dalam kompetisi balap. Sementara itu tim Tech3 menandai tahun ini dengan tahun ke 30 nya diajang balapan internasional khususnya di kompetisi MotoGP.

Herve Poncharal mungkin ingin membuat tanda yang lebih baik di tahun ke 30 nya sayang kondisi tahun ini sedang sulit. Tetapi meski begitu dari awal dia terjun di balap ia sudah menentukan di awal ceritanya tentang tim Tech3, kesuksesan di lapangan, dan mungkin juga kehidupannya. Satu yang pasti adalah untuk tetap teguh pada keyakinannya sambil menyesuaikannya dengan keadaan untuk lebih baik dan berkembang.

Herve Poncharal. Foto: Red Bull KTM Tech3

Sebuah filosofi yang merupakan asal mula terciptanya tim Tech3. Orang Prancis itu mengatakan. “Saya memiliki hubungan yang sangat baik dengan HRC dan juga dengan Rothmans. Saya menawarkan mereka kesempatan untuk terus melakukan apa yang saya lakukan di dalam Honda France. Ketika anda bekerja untuk perusahaan besar, anda tidak memiliki terlalu banyak keleluasaan dan dalam perlombaan, anda harus fleksibel, anda harus dapat beradaptasi dan hanya memikirkan balapan dan tidak ada yang lain. Inilah sebabnya saya meninggalkan Honda France dan membentuk perusahaan saya sendiri.”

BACA JUGA  KTM Tech3 Sambut Kedatangan Danilo Petrucci Dengan Senang Hati

Setelah menjadi orang yang bebas dengan demikian dia bisa memulai petualangannya dan ia juga berhasil meyakinkan orang di sekitarnya. Dari taruhan inilah lahir sebuah nama Tech3. “Saya bertanya kepada Guy Coulon apakah dia ingin bergabung dengan kami. Dia menjawab Ya, saya akan mengikuti Anda. Dan kemudian ada Bernard Martignac, yang juga ikut. Itu terjadi pada akhir tahun 1989 dan musim balap pertama untuk Tech3 adalah tahun 1990, didirikan oleh tiga orang dan itulah sebabnya kami menyebutnya Tech3. Tech berarti teknis, teknologi tinggi, teknik, dan 3, karena kami adalah tiga orang yang menciptakan perusahaan. Musim pertama dengan Honda NSR250, mesin HRC dari pabrik Honda, dan Rothmans adalah sponsor utama. Begitulah kami memulainya.”

BACA JUGA  Siapa Pembalap Yang Paling Kocak Menurut Herve Poncharal
Tim pertamanya, D.Sarron Team Tech-3 Honda 250cc
©Photo:PSP Stan Perec

“Dari hari pertama, kami memulai bisnis kami di Bormes les Mimosas, yang terletak di Côte d’Azur, di selatan Perancis. Sejak itu, kami selalu tinggal di situ. Tentu saja, kami telah berkembang, kami telah membangun gedung untuk membuat kantor dan bengkel dan sekarang kami memiliki tiga bangunan besar. Bernard pergi beberapa tahun kemudian, karena dia ingin berhenti bepergian dan sejak itu, hanya Guy dan saya yang selalu ada di pesawat. Kami melakukan beberapa tahun dengan Honda, lalu dengan Suzuki, kami kembali ke Honda, kami berganti ke Yamaha dan sekarang kami bangga bekerja dengan KTM,” jelas Herve.

Bersama dengan O.Jacque menjadi World Champion 250cc 2000, Team Tech3
©Photo:PSP Stan Perec

Prestasi terbaik yang pernah dicapainya adalah berhasil menjadi juara dunia kelas 250 bersama Yamaha dengan pembalap Oliver Jacque. Otosportif.com pun pernah bertemu beberapa kali dengan Herve dan memang orangnya sangat rendah hati dan suka diajak mengobrol apapun. Satu hal yang tak pernah dilupakan adalah ketika bertemu di Jakarta sekitar tahun 2014, Herve sangat antusias bertanya kenapa di Indonesia tidak pernah ada MotoGP lagi, nah kini kalau bertemu kami bisa dengan bangga menjawab tahun 2021 nanti.

BACA JUGA  Dovizioso Bisa Gabung di Tim KTM Asalkan..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here