Tim Stoner-Marquez VS Rossi-Lorenzo, Mana Lebih Baik

Oscar Haro dan Carmelo Ezpeleta. Foto: motogp.com

Oscar Haro mengungkapkan beberapa latar belakang tentang kedatangan Casey Stoner di MotoGP. Dan membayangkan sebuah tim dengan Stoner dan Marc Marquez. Akankah lebih buruk daripada Valentino Rossi-Jorge Lorenzo?

Keadaan darurat Covid-19 memaksa MotoGP untuk berhenti sementara, menunggu sebaran virus berhenti dan memberikan lampu hijau untuk olahraga. Virus ini juga telah memakan korban di dunia balap, yakni merenggut nyawa ayah dari Oscar Haro, Direktur Olahraga LCR Honda. Kisah kematiannya sempat menjadi viral karena ayahnya meninggal akibat tidak adanya alat bantu pernapasan yang tersedia.

Haro yang asal Spanyol ini telah bekerja bersama dengan banyak pembalap profesional seperti Ueda, Fonsi, Gelete, Alzamora, Stoner, David Checa, Jara, Carlos Checa, Elías, Crutchlow, Bradl, Nakagami. “Yang paling aku sukai untuk diajak bekerja sama adalah Cecchinello, karena dia berusaha sangat keras. Dia jelas tidak memiliki bakat yang sempurna, tetapi dia adalah pekerja keras. Dan mereka yang bekerja keras membuatku tertarik. Carlos Checa juga spektakuler,” katanya dalam obrolan Instagram dengan  media ‘AS’.

BACA JUGA  Dovizioso: Valentino Rossi Seorang Rockstar Kalau Marquez Bukan
Casey Stoner dan Marc Marquez. Foto: motogp.com

Lima tahun karirnya sempat dihabiskan untuk mengurusi Casey Stoner. “Dia adalah pembalap paling berbakat yang pernah saya temui. Dia sudah terbiasa dengan trek tanah di Australia, di mana balapan lima putaran dan tanpa mengetahui kondisi trek. Saat pertama kalinya ke Laguna Seca, Carmelo Ezpeleta pergi untuk mencarinya pada hari Kamis sore untuk memperkenalkannya ke sirkuit dengan mobil. Namun jawabannya adalah bahwa ia akan melihat trek keesokan harinya,” ungkap Haro yang mengingatkan jika besoknya itu adalah sesi latihan bebas.

Pada tahun 2006 Casey Stoner melakukan debut MotoGP dengan tim LCR Honda, sebelum mengubah livery dan beralih ke Ducati pada tahun berikutnya. “Dia tidak pernah merasa begitu disukai seperti rekannya Pedrosa di tim. Dia selalu memiliki tantangan pribadi dengannya. Ketika kami berada di pit dia memintaku untuk memberitahunya ketika Dani keluar di trek untuk mengikutinya. Dia selalu melihat monitor di mana Pedrosa berada, terlepas dari siapa yang akan menjadi pemilik start terdepan. Saingannya selalu Dani,” tambah Haro.

BACA JUGA  Crutchlow: Jangan Coba-Coba Tiru Data Marquez Karena Bakal Cidera
Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi saat masih satu tim di Yamaha Factory. Foto: otosportif.com

Sayang sekali para fans tidak bisa menyaksikan tantangan yang besar dengan melawan Marc Marquez. “Kami berusaha meyakinkan Stoner, sebagai penguji Honda, untuk menggantikan Bradl, yang cidera di Malaysia. Tetapi Honda mengatakan tidak. Karena tahu dimana keduanya adalah jagoan Repsol, Honda tidak bakal mengijinkan. Saya melihat Marc masih memimpin, tapi jika memang terjadi ada Tim Stoner-Marquez maka akan luar biasa, tetapi itu juga akan jauh lebih buruk daripada tim Rossi-Lorenzo Yamaha. Jauh lebih buruk,” jelasnya.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here