Valentino Rossi Selalu Memiliki Darah Muda

Rossi dan Lorenzo. Foto: motogp.com

Pernyataan yang menarik dari seorang Jorge Lorenzo kepada Valentino Rossi yang pernah menjadi rival dan temannya tersebut. Semua orang khususnya pecinta balap MotoGP pasti tahu hubungan antara Vale dan jorge. Ya keduanya adalah pembalap hebat yang pernah menjadi rekan tim sekaligus rival utama.

Tahun 2008 adalah tahun penting buat keduanya ketika mereka harus dipisahkan dengan dinding meskipun tergabung menjadi satu tim. Tak mau bicara satu sama lain adalah pemandangan biasa dan saling menutup rahasia dapur motor adalah hal utama. Tak mau di jiplak segala setingannya membuat Rossi meminta pembatas untuk memisahkan diri dengan Lorenzo yang saat itu sebagai pendatang baru di tim Yamaha.

Tahun 2008 adalah tahun krusial Lorenzo dan Rossi. foto: motogp.com

Keduanya memeiliki hubungan yang panjang dan naik turun serta tidak pernah tenang saat semua masih dalam satu lintasan khususnya saat menjadi rekan tim. Namun perbedaan nyata antara keduanya adalah soal spirit dan semangat yang berbeda. Satu hal paling membedakan adalah jika Lorenzo memutuskan mundur dari balapan ketika usia 32 namun tidak bagi Rossi. Semangat anak muda yang di tumbuhkan oleh Vale membuat banyak orang terkesima, usia 41 tahun masih balap dan masih sangat bersemangat layaknya anak muda berumur 25 tahunan.

BACA JUGA  Ribut Sama Penjaga Vilanya, Rossi Dituntut Pengadilan

“Rossi adalah seorang yang sangat penting dalam kehidupan balap saya selain Pedrosa dan Stoner. Rossi adalah salah satu dari tiga lawan utama dan terpenting yang saya temui dalam karierku. Namun Valentino telah memilih kehidupan yang dia butuhkan untuk selalau memiliki semangat yang dimiliki oleh anak muda. Dia terus melatih dan menganggap segala sesuatu dengan serius. Tetapi dia juga memiliki kehidupan yang menyenangkan yang bisa dia nikmati, dan dia mampu mengelola tekanan dengan sangat baik,” ungkap bujangan asal Mallorca ini.

Mulai dari rival, rekan hingga tetap masih berteman. Foto: motogp.com

Motivasilah yang membedakan antara kedua pembalap ini. Satu pihak sudah cukup puas dengan apa yang telah di raihnya namun di pihak lain menganggap masih kurang dan akan terus membalap hingga dia menyatakan berhenti. Jorge sangat paham apa yang telah dirasakan oleh Rossi. “Jika kamu sangat bahagia dan termotivasi, lalu mengapa tidak? Usia adalah angka, dan jika anda berada di motor yang sempurna, yang paling sesuai dengan gaya anda. Hanya cukup membutuhkan sedikit usaha dan jika baik-baik saja, bisa meningkatkan hasil dari tahun sebelumnya,” lanjut Jorge.

BACA JUGA  Lin jarvis Tetap Berharap Rossi Tidak Pensiun Tahun Depan
Rossi masih lanjut ketika yang lain sudah pensiun. Foto: motogp.com

Perbedaan inilah yang akhirnya menentukan semua keputusan yang diambil oleh Jorge Lorenzo sooal karirnya. Pendekatan yang sederhana seperti Rossi tidak berlaku buat dirinya. “Saya lebih perfeksionis dan obsesif, komitmen ini merugikan saya karena saya tidak bisa mengeluarkan bakat saya secara maksimal. Kami sangat berbeda,” tambahnya.

Soal disinggung bisakah mereka menjadi rekan satu tim lagi, Jorge Lorenzo sedikit  meragukannya. “Saya tidak tahu, pada prinsipnya saya tidak akan berbagi di Tim Petronas dengan Rossi. Tidak ada yang mengatakan apa pun kepada saya, atau belum ada yang mengajukan penawaran. Saat ini saya baik-baik saja, saya menandatangani kontrak dengan Yamaha selama satu tahun dan kami akan melihat apakah nanti akan berlanjut,” tuturnya.

BACA JUGA  Brivio Berharap Rossi Jangan Pensiun Dalam Beberpa Tahun Kedepan

Saat ini Jorge sendiri masih berada di Dubai dan masih merasa was-was jika hotel yang ditempatinya akan ditutup sementara. Jorge Lorenzo masih berkomunikasi dengan fansnya di seluruh dunia melalui web dan media. Ia saat ini masih bekerja untuk membantu dengan menjadi pengendara uji coba untuk Yamaha.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here