Vinales: Dulu Saya Iri Dengan Marquez Sekarang Tidak

Vinales dan Marquez. Foto: motogp.com

Pembalap tim Pabrikan Yamaha yang musim lalu cukup memberikan tekanan kepada sang juara dunia Marquez adalah Maverick Vinales. Umurnya yang lebih muda 2 tahun dari Marc membuatnya lebih memiliki semangat lebih untuk mengalahkannya. Apalagi Vinales adalah seorang yang anti Marquez meskipun mereka berasal dari satu negara. Kini Vinales hanya fokus pada dirinya sendiri untuk meningkatkan kemampuannya ke level yang lebih tinggi lagi.

Selama beberapa tahun, Maverick Vinales memang bersikap agak bermusuhan dengan Marquez meskipun tidak secara terbuka. Bahkan dia pernah mengatakan jika lebih memilih Rossi daripada Marquez jika ditanya siapa pembalap terbaik. Dalam musim-musim terakhir ia kadang-kadang bersikap antagonis dengan rekan senegaranya itu di beberapa balapan.

BACA JUGA  Jeremy Seewer Bicara Tentang MXGP dan Efek Corona

Setelah kemarin mengakhiri musim balap dengan cukup baik kini Vinales telah mendapatkan pembaruan kontraknya dengan Yamaha, tim yang telah ia bela selama 3 tahun. Tujuan dari pembalap Iberia adalah untuk dapat memenangkan Kejuaraan Dunia dengan membangun timnya sendiri seperti yang dilakukan pada tahun-tahun ini dan untuk alasan ini ia memutuskan untuk memberikan kontinuitas hubungannya dengan tim yang berasal dari Iwata tersebut.

Maverick Vinales. Foto: motogp.com

Seperti dilansir di Il Corriere dello Sport, Maverick Vinales mengatakan tentang persaingannya dengan Marc Marquez. “ Mengalahkan Marquez adalah tujuanku. Di lintasan, saya mulai bertarung dengannya sejak 2016. Saya menghargai dia sebagai lawan dan pembalap, tetapi bagi saya itu hanya sebuah nama. Di lintasan hanya satu yang menang, saya selalu melakukan yang terbaik. Kami telah menunjukkan bahwa ketika kami fokus kami bisa mengalahkannya,” yakin Vinales.

BACA JUGA  MotoGP Bukan Hanya Hiburan dan Ejekan di Medsos, Namun Nyawa Taruhannya

Pembalap Spanyol akhirnya juga menyimpulkan jika dirinya sempat iri dengan kolega negaranya tersebut. “Saya pernah iri pada dia di timnya, tetapi sekarang tidak lagi karena saya memilikinya juga dan saya sangat senang. Di tim kami luar biasa. Saya tidak bisa menunggu lebih lama lagi, tahun ini kami melakukannya dengan baik selama musim dingin dan itulah mengapa saya pikir ini akan menjadi musim yang menyenangkan. Dalam situasi sulit saya dapat menangani tekanan dengan sangat baik. Saya bahkan lebih gugup ketika memainkan PlayStation,” ungkapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here