Waktunya MotoGP Sepang Dipikirkan Oleh Dorna

MotoGP Sepang. Foto: motogp.com

Di Sepang atau Malaysia secara umum orang-orang sudah berharap agar situasi bisa dilonggarkan pada bulan November. Sedangkan di Jerez, Spanyol, orang-orang yakin bahwa Kejuaraan Dunia MotoGP dapat mulai pada bulan Juli. Misano juga ingin menjadi tuan rumah Grand Prix pada 13 September. Tetapi bagaimana Razlan Razali menilai situasi untuk GP Sepang?

Rencana Dorna telah rampung di diskusikan dan yakin jika pada 19 dan 26 Juli, MotoGP akan dilaksanakan dengan kondisi khusus di Circuito de Jerez-Ángel Nieto di Andalusia. Setelah itu, semua tim MotoGP harus melakukan perjalanan ke Brno (9 Agustus) dan Spielberg (16 Agustus), sedangkan GP Republik Ceko masih belum jelas. Oleh karena itu, balapan ganda selama dua minggu di Austria pada 9 dan 16 Agustus dapat dan mungkin dilaksanakan.

“Kami sedang mempersiapkan untuk 12 hingga 16 seri balapan,” kata CEO Dorna Carmelo Ezpeleta pekan lalu. “Event balapan akan berlanjut di Eropa hingga sekitar pertengahan November, setelah itu kami ingin melakukan perjalanan ke daerah yang lebih hangat, di mana kami juga dapat balapan pada bulan November dan Desember. Jika itu memang masih tidak memungkinkan maka musim balap akan berakhir di Eropa saja,” ungkapnya.

BACA JUGA  Tim Petronas Khawatir Jika Rossi Jadi Bergabung, Kok Bisa?

GP di luar Eropa tidak hanya akan mengalami masalah karena adanya pembatasan perjalanan. Tapi acara ini juga sangat mahal untuk promotor sekelas Dorna jika tidak ada pemasukan dari promotor lokal. Karena jika digelar tanpa penonton maka promotor lokal tidak perlu membayar uang tayang MotoGP ke Dorna. Ini hal yang menyulitkan dan sangat kompleks.

Grand Prix di Sirkuit Internasional Sepang saat ini jika sesuai dengan jadwal sementara maka akan tayang pada 30 Oktober hingga 1 November. Sedangkan Razlan Razali (Bos tim Petronas SRT) adalah Chief Executive Officer dari sirkuit GP di Malaysia hingga 8 April lalu, sebelum mengundurkan diri dengan alasan akan fokus untuk mengurusi tim Petronas SRT. Meski begitu ia tetap mengikuti perkembangan gelaran MotoGP di negara asalnya itu.

BACA JUGA  Rossi dan Vinales Beda Pendapat Soal Sistim Balap tahun Ini

“Sudah ada pembicaraan di Kementerian Kesehatan Malaysia bahwa setelah Lockdown dicabut maka kami memiliki setidaknya enam bulan tanpa ada event besar,” kata Razali kepada Crash.net.

Perlombaan tanpa penonton akan menimbulkan masalah besar bagi penyelenggara, Razali juga tahu itu. “Saya berbicara dari pengalaman saya di Sepang dan sebagai promotor saya percaya bahwa kita membutuhkan kompensasi finansial. Karena GP kami selalu penuh hampir setiap tahun,” kata razali. Sebagai pengingat saja 103.850 orang berbondong-bondong ke Sirkuit Internasional Sepang hanya pada hari Minggu tahun lalu.

“Kami sangat bergantung pada pendapatan dari penjualan tiket, makanan dan minuman, dll. Tapi jika acara berlangsung secara tertutup, ini akan memiliki dampak keuangan yang signifikan Jadi, harus menunggu pembicaraan dengan Dorna,” kata mantan CEO Sirkuit Sepang.

BACA JUGA  MotoGP Seri Jepang Resmi di Batalkan

Pada saat ini, Razali sangat optimis tentang fakta bahwa ia dapat mengikuti balapan di rumahnya dengan Tim Balap Sepang 2020 (Petronas SRT). “Keuntungan kami adalah bahwa GP Malaysia akan berlangsung menjelang akhir tahun. Fakta bahwa kita begitu terlambat dalam kalender itu memberi kita waktu untuk melihat apakah semuanya akan membaik situasinya. Tentu saja kami berharap demikian. Tapi tetap saja, itu adalah riskan jika terlalu optimis atau pesimis. Karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi,” paparnya.

Kesimpulan dari Razali adalah, “Waktu masih di pihak kita karena [Grand Prix] dijadwalkan sangat terlambat. Ini juga tergantung pada bagaimana situasi berkembang di negara-negara lain nantinya,” kata Razali.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here